Tidak Hadiri Sosialisasi, Walikota Marah Dua Kepala Sekolah

by
Walikota Ambon Richard Louhenapessy. FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Walikota Ambon Ricard Louhenapessy marah-marah  dua kepala sekolah (Kepsek) yang tidak hadiri sosialisasi jabatan fungsional lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon di Pasific Hotel Ambon, Rabu (22/11). Kepala Sekolah yang tidak ikut sosialisasi ini disuruh menghadap Walikota di ruang kerjanya.

Walikota Richard menegaskan, kegiatan sosialisasi tersebut  dinilai sangat penting untuk mereka, sehingga dibutuhkan kehadiran seluruh Kepsek di Kota Ambon.  Sebelum memulai kegiatan sosialisasi,  Walikota mengambil absen seluruh Kepsek di Kota Ambon. Dan ternyata, dua orang Kepsek yakni, Kepsek  SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 6 Ambon tidak hadiri.

“Jangan mereka rasa karena jadi kepala sekolah yang bagus dan unggul, jadi hanya kirim wakil untuk ikut kegiatan (sosialisasi) ini. Jangan bikin sampai saya emosi lalu Minggu depan saya kasih pindah mereka, Kepala sekolah yang tidak hadir suruh menghadap saya di kantor,” kata Walikota Richard.

Ia menyatakan, kegiatan sosialisasi ini sangat penting karena dalam kenyataannya begitu banyak kesalahan yang terjadi pada waktu penyusunan angka kredit dan pembuatan angka kredit (Dupak). “Ini serius karena hal ini menyangkut masa depan generasi selanjutnya, karena kalau salah dalam memberikan penilaian secara objektif bagi presentasi angka kredit kepada guru-guru kita, maka akan berdampak pada anak-anak kita nanti,” ujarnya.

Walikota mengungkapkan, sampai menjadi kepala sekolah, itu berarti Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah memberikan investasi mahal. Untuk itu, Kepsek  harus hadir dalam setiap kegiatan penting seperti sosialisasi tersebut.

“Jangan karena sudah jadi kepala sekolah lalu tidak mau lagi itu kegiatan kaya gini. Saudara liat berapa kali kita kirim  (kepsek) untuk ikut pelatihan terus, karena itu adalah investasi bagi kalian,” katanya.

Walikota menyatakan  sangat memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Kepsek yang hadiri sosialisasi itu. “Saya berharap kepala sekolah dapat mengikutinya dengan baik dan mengaplikasikan nantinya, sebab kepala sekolah dapat sosialisasi ini langsung dari yang ahlinya langsung,” katanya.(IAN)