Tiga Kabupaten di Maluku Masih Tergolong Zona Hijau Covid-19

by
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Meikyal Pontoh

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Dinas Kesehatan Maluku, dr. Meykal Pontoh mengatakan, ada tiga kabupaten di provinsi ini pada posisi 30 September 2020 yang masih tergolong zona hijau karena tidak adanya pasien terpapar virus corona.

“Dari pemetaan yang dilakukan, kalau dilihat dari jumlah kasus yang ada maka terdapat tiga kabupaten yang masuk zona hijau yakni Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Kepuauan Tanimbar, serta Kabupaten Buru Selatan,” kata Meykal Pontoh di Ambon, Sabtu (3/10/2020).

Ada 15 indikator penentuan sebuah wilayah masuk zona apa saja, diantaranya terjadi penurunan jumlah kasus positif selama dua pekan terakhir dari puncak tertinggi, kemudian penurunan kasus ODP dan PDP selama dua pekan terakhir dari puncak yang tertinggi, serta jumlah pasien meninggal dunia karena positif COVID-19.

Menurut dia, kegiatan evaluasi dilakukan per dua minggu untuk mengetahui perkembangan jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19 atau yang berstatus ODP dan PDP, maupun pasien meninggal dunia.

“Jadi up date data ini setiap hari dilakukan sampai dua minggu sehingga bisa diketahui status suatu wilayah itu masuk zona apa, tergantung naik turunnya jumlah orang yang terkena virus corona,” jelas Meykal Pontoh.

Loading...

Untuk perkembangan situasi COVID-19 di Maluku hingga posisi 1 Oktober 2020 pukul 22:00 WIT tercatat kasus terkonfirmasi sebanyak 2.859 jiwa dan sembuh 1.859 jiwa dengan jumlah kematian 41 orang.

Kalau dilihat tren peningkatan jumlah kasus dari grafik yang ada maka terlihat masih ada fluktuatif peningkatan kasus yang terjadi sejak tanggal 20 – 27 September 2020 dengan jumlah kasus 2.859.

Jumlah kasus positif ini terbanyak di Kota Ambon yang mencapai lebih dari 800 orang. Pekan lalu status Kota Ambon dari zona merah sempat turun menjadi oranye, tetapi sesuai data per tanggal 29 September kembali naik ke zona merah karena terjadi penambahan jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19.

“Secara nasional angka kesembuhan sebesar 74,9 persen dan angka kematian 3,7 persen, tetapi di Maluku sendiri angka kesembuhan 63 persen dan angka kematian 1,5 persen sehingga masih berada di bawah angka rata-rata nasional,” ujarnya.

Untuk jumlah penduduk Maluku 1,8 juta orang yang ditargetkan diperiksa sekitar 1.832 orang, tetapi sampai hari ini belum mencapainya sehingga jumlah warga positif COVID-19 meningkat.

Hingga 29 September 2020, sudah ada 19.904 spesimen yang diperiksa oleh BTKL PP dan Balai POM Ambon, laboratorium RSUD Haulussy Ambon, serta RSUD Namlea, Kabupaten Buru, dan RS Karel Satsuitubun Maluku Tenggara yang memeriksa sampel pada Agustus 2020. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *