Tiga Kabupaten Di Maluku Punya Angka Stunting Tinggi

by
sumber: kemenkes.go.id

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Tiga kabupaten di Maluku jadi fokus pemda tekan angka stunting. Bahkan angka prevalensi di Maluku berada di atas standar aman yang dikeluarkan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Tiga daerah itu termasuk daerah padat dengan angka kelahiran yang cukup tinggi. beradasar data riskesdas 2018 angka stunting maluku ada pada 34,1 persen. “Tiga daerah itu yakni Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat (SBB) dan Aru,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Meikyal Pontoh usai menghadiri acara Sosialisasi Pencegahan stunting dan Penobatan Duta Parenting Provinsi Maluku, Rabu (3/7/2019).

Kekurangan gizi dan nutrisi seimbang tidak hanya pada anak tapi pada ibu sejak masih dalam kandungan. Tiga daerah itu punya tingkat kepadatan penduduk yang tinggi sehingga linier dengan angka kelahiran bayi.

Salah satu indikator stunting yakni berat bayi baru lahir dibawah 2.500 gram. Itu dipengaruhi banyak hal. Seperti akses pada makanan sehat berimbang.

Saat ditanyai lebih jauh, Meikyal mengakui jika stunting erat kaitannya dengan kemiskinan. Karena itu dia berkeyakin perlu ada koordinasi dengan berbagai sektor. Seperti dengan para anggota PKK yang tersebar di tiap desa di Maluku.

Program pemerntintah itu menjadikan masyarakat penggerak. “Masalah stunting selama ini ada pada lemahnya koordinasi lintas sektor. Jadi kami gandeng dinas ketahanan pangan, pertanian dan petenakan dan macem-macem,” imbuh Meikyal.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Ditjen Keselamatan Masyarakat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, drg. Kartini Rustandi, M.Kes, saat datana ke Ambon, Maluku

Nantinya akan ada pembagian bibit tanaman sayur kepada warga di tiga daerah itu. Dengan demikian masyarakat tidak perlu kesusahan mendapat asupan serat dan vitamin bagi anak mereka. Dan itu akan dilakukan bersama dengan para ibu PKK.

loading...

Untuk itu pelantikan duta dinilainya amat penting untuk menjalankan fungsi advokasi. Duta Parenting akan banyak bersinergi dengan sektor-sektor terkait hingga ke akar rumput.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Ditjen Keselamatan Masyarakat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, drg. Kartini Rustandi, M.Kes punya pendapat senada. Stunting lekat dengan masalah kemiskinan.

“Karena itu bila perlu kerjasamanya dengan dinas PUPR untuk sanitasi yang layak. Termasuk juga peran media. Semua harus jalan bersama-sama,” sebut Kartini saat datang ke Ambon.

Data resmi kementrian berdasar Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angka stunting balita Indonesia 30,8 persen. sedangkan Maluku ada empat poin lebih di atasnya. Mentri Kesehatan, Nila Moeloek mengaku angka itu turun dari data riskesdas 2013, sebesar 37,2 persen.

Sedangkan provinsi NTT dan NTB dua daerah dengan angka stunting tertinggi. Maka Indonesia yang masuk negara Asia Tenggara berada di posisi kedua negara-negara dengan porsi balita stunting. Persentasenya 14,9. Sedangkan porsi paling besar ada negara-negara Asia Selatan 58,7 persen. (PRISKA BIRAHY)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *