Tiga Napi Pembunuh Wartawan di Bursel Dapat Remisi Kemerdekaan, Begini Penjelasan Kepala Cabang Rutan

by
Ketua DPRD Buru Ikhsan Tinggapi menyerahkan SK remisi kepada perwakian Napi usai upacara HUT KE 74 RI di Lapangan Pattimura Kota Namlea, Sabtu (17/8/2019). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-NAMLEA-Tiga Narapidana (Napi) kasus pembunuhan Husein Seknun, wartawan di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang mendekam di Rutan Cabang Namlea, Kabupaten Buru mendapat remisi atau keringanan masa hukuman. Ketiga Napi itu adalah Abdul Buton, Amin Letetuny dan Fitra Galampa mendapat remisi masing-masing satu bulan penjara.

Tiga Napi itu masuk dalam daftar 58 Napi binaan di Cabang Rutan Namlea yang mendapat Remisi dalam rangka HUT Kemerdekaan RI KE 74, dan dibacakan usai upacara HUT RI di Lapangan Pattimura Kota Namlea, Sabtu (17/8/2019).

Nama ketiganya tertuang dalam lampiran Surat Keputusan (SK) Menkumham RI yang salinan putusannya diteken Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Maluku, Andi Nurka, melalui surat Nomor W.28.636.PK.01.01.02 Tahun 2019, tanggal 9 Agustus 2019.

SK remisi diserahkan secara simbolis oleh Ketua DPRD Buru, Ikhsan Tinggapi kepada perwakilan Napi usai upacara HUT RI. Ketiga Napi tersebut tidak dihadirkan saat pemberiaan SK remisi.

Saat protokol membacakan nama penerima remisi, para wartawan yang meliput kegiatan ini tidak sempat memperhatikan kalau ketiganya turut mendapat remisi. Wartawan baru kaget saat mendapatkan kopian SK pemberian remisi, diurutan nomor 45, 46, dan 47 terdapat nama Abdul Buton, Amin Letetuny dan Fitra Galampa.

Pemberian remisi kepada tiga pelaku pembunuh wartawan ini langsung menjadi sorotan wartawan. Ketiganya baru divonis bersalah di PN Namlea dan belum genap enam bulan menjadi warga binaan di Cabang Rutan Namlea.

Husein Seknun, wartawan sebuah media di Kabupaten Bursel dikeroyok terpidana pada Senin 26 November 2018. Korban meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haulussy Ambon, Selasa (4/12/2018).

Loading...

Ketua PWI Kabupaten Buru, Lili Ohorella mengatakan, syarat pemberian remisi salah satunya Napi telah menjalani masa pidana lebih dari enam bulan.“Ketiga pelaku pembunuh rekan kami, almarhum Husein Seknun baru saja divonis dan statusnya mereka sebagai terpidana masih kurang dari enam bulan,” kata Lili, wartawan senior ini.

Lili menegaskan kalau ketiganya menjadi Napi kurang dari enam bulan, karena berkas perkara ketiganya saja baru diserahkan Polres Pulau Buru ke Kantor Kejaksaan Negeri Buru pada 25 Maret 2019 .

“Silahkan dicari jejak digitalnya dan terbukti berkas perkaranya baru diserahkan ke kejaksaan tanggal 25 Maret 2019. Dari tanggal penyerahan dengan status mereka masih tahanan saja bila dihitung sampai bulan Agustus 2019 juga belum genap lima bulan. Setelah itu baru berkas tuntutannya disampaikan ke PN Namlea dan baru divonis belum lama ini. Tapi kok sudah mendapat remisi,” kata Lili.

Karena itu Lili dan rekan-rekan wartawan di Buru dan Bursel meminta Menkumham RI agar mengusut pemberian remisi itu.

Kepala Cabang Rutan Namlea, Hamdani Bantam mengatakan pemberian remisi kepada ketiga Napi pembunuh wartawan itu sudah tetap. “Sesuai perhitungan kami yang bersangkutan sudah bisa diusulkan untuk mendapat remisi,”kata Hamdani.

Menurut Hamdani pengusulan remisi ini menggunakan sistem online. Jika pengusulan tidak sesuai maka tentu akan ditolak. Terkait ketiganya sebagai terpidana yang kurang dari enam bulan, Hamdani mengatakan perhitungan dilakukan mulai hari pertama ketiganya ditahan sebagai tahanan di Kepolisian.

“Dengan dasar hitungan hari pertama penahanan, maka mereka juga berhak mendapat remisi karena berkelakuan baik,” kata Hamdani.(DEDE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *