Tiga Balon Gubernur Maluku Miliki Peluang Yang Sama

Tiga Balon Gubernur Maluku Miliki Peluang Yang Sama

SHARE
Direktur Lembaga Survey Media Riset Strategi Bedah Nusantara, Steve Palyama memaparkan hasil survey dalam dirilis pada Selasa (9/1) malam.

TERASMALUKU.COM,-AMBON– Tiga pasangan bakal calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yang mendaftar di KPU Maluku  memiliki peluang sama untuk memenangkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) 2018 ini. Pernyataan ini disampaikan Direktur Lembaga Survey Media Riset Strategi Bedah Nusantara, Steve Palyama dalam dirilis pada  Selasa (9/1) malam.

Tiga pasangan Balon  Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yang mendaftar  di KPU Maluku yakni, Said Assagaff dan Andareas Rentanubun (SANTUN), Herman Koedoeboen dan Abdullah Vanath (HEBAT) serta Murad Ismail dan Barnabas Orno (Baileo). ”Awalnya kami telah mensurvey  sembilan bakal calon gubernur serta sepuluh bakal calon wakil gubernur dan hasil yang kami dapati hanya tiga Pasangan bakal calon yang mendaftar di KPU Maluku,” ungkap Palyama.

Palyama memaparkan, presentasi dikenal dan disukai tiap Paslon. Said Assagaf dikenal sebanyak 94, 58 % dan disukai sebanyak 68, 93%. Herman Koedoeboen dikenal sebanyak 77, 25 % dan disukai sebanyak 75,12% serta Murad Ismail dikenal sebanyak 61, 25% dan disukai 81,96%. Dilihat berdasarkan elektabilitas paslon gubernur diantaranya, Said Assagaf sebanyak 40,07%, Herman Koedoeboen 29,05%, Murad Ismail 14,17% serta yang belum menentukan 16,72%.

Penilaian sama juga terjadi pada balon Wakil Gubernur Maluku. Diantaranya Andareas Rentanubun dikenal 71,90% dan disukai 77,91%, Abdullah Vanath dikenal 89,22 %, disukai 85, 67% serta Barnabas Orno, dikenal  70,11%  dan disukai 79, 81%. Dengan tingkat elektabilitas diantaranya, Andareas Rentanubun 15,21 %, Abdullah Vanath 39,16%, Barnabbas Orno 21,17 % dan yang belum menentukan mencapai 24,46%.

“Presentasi hasil yang diterima ketiga Paslon tersebut yakni, SANTUN memperoleh 39, 16% , Murad 19,17%, HEBAT 31,48% dan belum menentukan pilihan 10,19%,” kata Palyama.   Temuan lainnya menyebutkan,  jumlah daftar pemilih yang telah menentukan pilihannya sebanyak 83, 79 %, dan yang belum menentukan pilihannya sebanyak 16,21 %.

Dipaparkannya, dari 83,79 % penentu pilihan ini, masih terdapat 10, 21% pemilih yang masih bisa merubah pilihan politik mereka. Sedangkan untuk sementara waktu, 67,55 % telah komit dan tetap dengan pilihannya. Dengan demikian menurut Palyama, terdapat 26,40 % penentu yang merupakan potensi gerak yang sangat dinamis dan menjadi rebutan setiap Paslon. “Oleh sebab itu  semua kandidat masih memiliki peluang yang sama. Selain posisi partai politik sangat menentukan pergeseran elektabilitas balon,” katanya.

Menurut Palyama, dalam grafik penentu, partai yang masih dikatakan besar ialah PDIP dengan frekuensi penentu sebanyak 16,2 %, diikuti  Partai Golkar sebanyak 13,1% dan PKB menduduki posisi ketiga dengan presentasi 10% serta diikuti oleh Partai Gerindra yakni 9,4 %.

“Selain itu, untuk kemungkinan terjadi head to head sangat besar apabila calon independen tidak memenuhi syarat ketentuan. Karena itu diharapkan, komunikasi politik antar kandidat

loading...