Tiga Pesawat Tempur Tiba di Ambon, Amankan Laut Maluku Dari Kapal Asing

by
Tiga pesawat tempur jenis F-16 Fighting Falcon tiba di Pangkalan TNI AU (Lanud) Pattimura Ambon, Senin (9/3/2020). Pesawat tempur ini akan melakukan operasi khusus pengamanan alur laut Indonesi di wilayah Maluku dari kapal asing. FOTO : ALFIAN SANUSI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-TNI Angkatan Udara mendatangkan tiga unit pesawat tempur jenis F-16 Fighting Falcon ke Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Pattimura Ambon, Senin (9/3/2020).

Tiga pesawat tempur tersebut didatangkan dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi Jawa timur. Pesawat tempur tersebut didatangkan dalam rangka operasi pengamanan alur laut Indonesia (ALKI) III dengan sandi operasi Trisakti-20 di wilayah Maluku.

Tiga pesawat tempur jenis F-16 Fighting Falcon tiba di Lanud Pattimura Ambon, Senin (9/3/2020).

Komandan Lanud Pattimura, Kolonel Pnb Sapuan mengatakan, Maluku ini berada pada garis ALKI, dimana dari utara hingga selatan, sehingga alur laut ini mengandung kerawanan dan ancaman. Karena menurut Sapuan ALKI III merupakan lintasan kapal asing. “Olehnya itu kita mengadakan operasi khusus yang diberi nama Trisakti-20 yang dilakukan selama 15 hari,” kata Sapuan.

Loading...

Sapuan mengaku, dalam operasi pengamanan alur alut, pihaknya melibatkan sebanyak 100 personil baik temlut, laut, helikopter dan pesawat lainnya.”Kita kerahkan 100 personil untuk pengamanan alur laut yang sering dilintasi kapal asing agar tidak ada pelanggaran,” ujarnya.

Sementara itu Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Agus Dwi Ariyanto mengatakan, kedatangan mereka dengan pesawat tempur ini dalam rangka pengamanan alur laut Indonesia. “Kita datang untuk amankan alur laut Indonesia dari kapal-kapal asing yang melintasi alur tersebut,” katanya.

Dia menyebutkan, ada tiga ALKI di Indonesia. Diantarnya, ALKI  I berada di Indonesia bagian barat, ALKI II berada di laut Sulawesi dan ALKI III barada di laut Maluku.”ALKI III di Maluku yang paling rawan karena memiliki tiga laut lalu sekaligus,” kata Agus.

Agus mengatakan, pihaknya dengan pesawat tempur memiliki kewajiban agar wilayah ALKI ini tidak ada kapal asing yang melakukan pelanggaran. “Kapal asing tidak boleh melakukan pelanggaran seperti eksplorasi, eksploitasi, dan hal lain yang menyimpang dari aturan yang ditetapkan,” katanya.

Agus menambahkan, tidak hanya pesawat tempur, kapal patroli juga akan membantu menjaga alur laut di Maluku ini agar tidak ada pencurian sumberdaya alam lainnya. (ALFIAN SANUSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *