Tiga Poin Penting Amanat Kapolri Yang Disampaikan Gubernur Saat Pimpin Gelar Pasukan Ramadniya

by
Gubernur didampingi Kapolda Maluku Irjen Polisi Deden Juhara memeriksa pasukan pengamanan dalam gelar pasukan di Lapangan Upacara Polda Maluku, Senin (19/6).

TERASMALUKU.COM,AMBON-Kepolisian  Daerah (Polda) Maluku menggelar Apel Pasukan Operasi Terpusat Ramadniya Siwalima 2017, pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijiriah di Lapangan Polda Maluku  Tantui Ambon, Senin (19/6). Apel  pasukan operasi  ini dipimpin Gubernur Maluku Said Assagaff.

Gubernur didampingi Kapolda Maluku Irjen Polisi  Deden Juhara dan pejabat lainnya memeriksa pasukan yang terlibat  operasi tersebut.   Gelar pasukan akan dilaksanakan selama 16 hari dengan melibatkan 187,012 personil dari kepolisian serta dibantu stakehplder terkait mulai dari unsur TNI dan jajaran Pemda.

Dalam apel ini, Gubernur Assagaff membacakan amanat  Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dalam amanat itu, Kapolri  menyatakan, apel pasukan ini merupakan wujud kesiapan Polri dalam menghadapi pengamanan hari Raya Idul Fitri, serta sebagai sarana untuk konsolidasi dan pengecekan personil beserta kelengkapan sebelum tugas di lapangan. Ada tiga poin penting yang disampaikan Kapolri dalam amanat tertulis itu.

“Pengamanan tahun ini ada tiga poin utama yang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni terjaganya stabilitas harga pangan, kondisi Kamtibmas yang kondusif, dan keamanan kelancaran serta kenyamanan arus mudik dan arus balik,” kata Assagaff saat membacakan amanat Kapolri itu.

Kapolri  mengatakan, dalam mewujudkan stabilitas harga pangan, Polri telah membentuk Satgas pangan untuk memantau dan menjaga harga pangan agar tetap satbil. ”Sedangkan untuk menjaga kondisi Kamtibmas yang aman dan kondisif, saya ingatkan kepada seluruh Kasatwil untuk mampu menekan angka kejahatan konvensional, seperti Curanmor, copet, hipnotis dan pencurian rumah kosong,” kata Kapolri dalam amanat itu.

Ia juga menekankan kepada seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan gangguan, seperti terminal, pelabuhan, pemukiman yang di tinggal oleh pemilik, pusat perbelanjaan, Bank dan ATM, dan tempat wisata yang dikunjungi. “Saya tekankan agar seluruh personil dapat memberikan pelayanan secara ALL Out. Berikan atensi penuh kepada titik rawan kecelakaan dan rawan macet yang ada terutama pada puncak arus mudik dan arus balik lebaran nanti,” ujarnya.

Menurut Kapolri, beberapa terobosan diharapkan dapat memberikan bagi para pemudik seperti keberadaan fasilitas kesehatan ambulance mobile, layanan BBM mobile, WC Umum, bengkel umum, pendirian pos pelayanan dan pengamanan yanga dapat digunakan para pemudik untuk beristirahat. Setelah gelar apel pasukan, aparat keamanan yang terlibat operasi pengamanan Idul Fitri langsung menempatkan Posko pengamanan yang dibangun di sejumlah lokasi di Ambon. (IAN)