Tim Akhirnya Temukan Jenazah Purnawirawan Marinir Barzuweh di Latuhalat

by
Letnan Kolonel Marinir Farid (kanan) memandangi jenazah sang ayah Letnan Kolonel Mariner (Purn) Barzuweh dalam kantong jenazah usai ditemukan di pantai Wawae Latuhalat, (2/2). FOTO. Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, –  Jenazah Barzuweh akhirnya ditemukan setelah tiga hari pencarian, Rabu (2/2/2021). Pria 75 tahun yang merupakan purnawirawan TNI AL pangkat Letnan Kolonel itu ditemukan warga mengapung di depan Pantai Wawae, Silale, Latuhalat Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Saat ditemukan sekitar pukul 09.00 WIT, jenazah Barzuweh mengambang di pantai. Alex Lekatompessy, warga sekitar yang juga nelayan yang menemukan lantas membawanya ke tepi pantai berkarang. Berdasar keterangan foto, terdapat sejumlah lecet pada bagian perut yang telah membengkak. Wajah dan tubuhnya membiru dengan dengan kulit yang mulai mengelupas.

Tim SAR Ambon menyerahkan jenazah Barzuweh kepada sang anak Farid (kanan) bersama Nono Sampono (tengah) di pantai Dusun Kanari Hative Besar

Tengku Yani, salah satu tim pencarian Basarnas Ambon menjelaskan, warga yang menemukan lantas menghubungi perangkat desa juga babinsa Dusun Airlouw Negeri Nusaniwe meneruskan informasi itu kepada pihaknya.

“Mereka melapor ke kami. Saat bersamaan juga memang tim sudah turun ke laut untuk pencarian,” jelasnya kepada waratawan sambil menunggu kedatangan jenazah di rumah Wakil Ketua DPD RI, Letnan Jenderal TNI Marinir (Purn) Nono Sampono di Dusun Kanari, Hative Besar.

Usai ada laporan petugas dari polsek Nusaniwe juga unsur-unsur terkait termasuk anggota TNI AL mendatangi lokasi. Sempat pula diberi garis polisi untuk mencegah warga mendekat sambil menunggu tim Inafis (Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda Maluku.

Menurut Tengku berdasar ciri-ciri jenazah itu lantas berhasil dikenali sebagai Barzuweh yang tak kembali usai berenang pada siang tepat sebelum salat Zuhur pada 31 Januari 2021.

Dari keterangan kerabat yang tinggal bersamannya di  Hative, Barzuweh berenang di depan kediaman Nono di Hative Besar yang menghadap ke laut. Sebelumnya, Ibu RT yang hendak mandi di laut juga melihat Barzuweh yang berdiri di tepi pantai hendek berenang pada siang itu. Tak lama berselang diapun urung dan memilih kembali ke rumah karena melihat kondisi air pasang.

Tengku mengatakan, kuat dugaan tubuh Barzuweh terseret arus. Selama tiga hari pencarian, barulah tim SAR, TNI POLRI juga warga baru menemukan tubuh Barzuweh berjarak sekitar 1 mil dari lokasi. Tepatnya di depan negeri Latuhalat.

“Biasanya kalau tenggelam itu tubuh paling lama 3-4 hari lagi sudah naik ke permukaan. Kalau masih tidak ada maka pencarian dilakukan. Tim kembali menyelam. Ini tubuhnya terseret sampe ke Silale sekitar 1 mil dari sini (Hative Besar),” lanjut dia.

Baru sekitar pukul 12.00 WIT, tim SAR dan unsur yang terlibat termasuk warga membawa jenazah Bapak dua anak itu menggunakan speed boat dari Latuhalat ke rumah Nono di Dusun Kanari Hative Besar. Dengan menggunakan kantong jenazah hitam, tubuh Barzuweh lantas diserahkan kepada anak sulungnya yang juga terlibat dalam pencarian.

Letnan Kolonel Marinir Farid, anak sulungnya yang hadir menyebut jenazah ayahnya akan dibawa ke Jakarta esok hari menggunakan pesawat. Raut wajahnya terlihat berusaha menahan rasa kehilangan dan memerah. Farid yang juga Komandan Bataliyon Marinir di Medan itu mengucapkan terimakasih kepada semua unsur yang telah membantu menemukan sang ayah.

“Rencananya ambulans akan membawa jenazah ke Rumah Sakit Angkatan Laut, FX. Suhardjo Lantamal IX Ambon untuk diambil alih kedinasan ada proses antar sampai malam. Esok baru terbang ke Jakarta menggunakan maskapai Batik,” jelas Nono saat ikut menerima jenazah di pantai depan rumahnya. (PRISKA BIRAHY)