Tim PH Aktivis Risman Bakal Mengadu ke Komnas HAM RI

by

TERASMALUKU.COM, AMBON, – Tim kuasa hukum Risman Soulisa, tersangka kasus pelanggar UU ITE bakal terbang ke Jakarta mengadu ke Komnas HAM RI. Aduan tim tak lain mengenai hak-hak Risman yang dikebiri dalam proses hukum yang dinilai cacat.

Direktur Hukum Ketatanegaraan Bakornas LKBHMI PB HMI Maluku, M.Nur Latuconsina menyatakan akan memasukan aduan dan melapor mengenai kasus Risman.

Postingan tersangka pelanggaran UU ITE, Risman Soulisa yang jadi bukti penahanan dirinya oleh petugas kepolisian, (5/8). FOTO: Priska Birahy

“Dalam waktu dekat ini akan terbang ke Jakarta melakukan laporan ke Bareskrim, Propam dan Komnas HAM RI soal kasus sangkaan yang cacat prosedural,” Tegas Nur dalam konpres dengan sejumlah awak media di kawasan Jalan Sam Ratulangi Kota Ambon, Kamis (5/8/2021).

Proses hukum hingga penetapannaktivis HMI Risman Soulisa sebagai tersangka dinikaim tim cacat dan tidak prosedural. Risman diciduk pihak kepolisian di kawasan Poka tanpa ada surat penangkapan.

Baru setelah sampai di kantor polisi dan melakukan BAP, surat tersebut terbit. Tim kuasa hukum juga menemukan proses penangkapannya seperti memboyong terduga pelanggaran kasus luar biasa.

“Risman ditangkap seperti tindakan Extraordinary. Sampai sendal saja tidak sempat dipakai. Mereka juga tidak menyebut saat penangkapan mengenai pelanggaran hukum apa, pasal berapa dan lain lain. Disergap lalu dibawa naik mobil. Yang awalnya dikira Risman ini diculik,” lanjut dia.

Risman yang kerap menjadi orator aksi demo mahasiswa itu ditangkap di Bundaran patung dr. Johannes Leimena pada 25 Juli 2021 tanpa membawa surat penangkapan.

Penangkapan itu berdasar pada Laporan Polisi No : LP-A/333/VII/2021/SPKT/Polresta Ambon/Polda Maluku yang terbit tanggal 21 Juli 2021.

Lalu pada 23 Juli 2021 keluar SPDP (surat pemberitahuan Dimulainya Penyidikan). Risman, lantas ditetapkan sebagai tersangka pada 24 Juli 2021. Atas postingannya yang dinilai melanggar UU ITE terkait delik murni.

“Dalam waktu lima hari itu prosesnya sangat cepat dari mulai surat keluar sampai Risman ini ditangkap. Kami bahkan tim PH lun dipersulit untuk bertemu dengan tersangka. Aduan yang dimaksud oleh pihak luar juga setelah kami selidiki itu aduan dari pihak polisi bukan dari luar. Jenisnya laporan tipe A dan bukan B,” terang Ketua TIM PH, Abdul Gofur Rettob.

Dalam kasus ini, disebut ada laporan dari masyarakat terhadap postingan Risman yang mengajak masyarakat demo dan menurunkan walikota Ambon, gubernur Maluku hingga Jokowi. Yang kemudian disebut sebagai laporan tipe B.

Namun menurut Gofur laporan itu justru tipe A atau berasal dari internal kepolisian dan bukan dari masyarakat seperti yang disebut selama ini.

Atas hal yang mereka sebut janggal itu, tim PH akan maju dan mengadukan kasus ini ke Komnas HAM.

Tim PH, pun telah bersurat ke Polda Maluku untuk mediasi. Sayangnya belum ada balasan persetujuan untuk upaya negosiasi dan mediasi.

“Karena itu kami akan tempuh jalur hukum. Jangan sampai ada Risman-Risman lain. Mengekang kebebasan warga,” terang dia. (PRISKA BIRAHY)