Tinjau Daerah Rawan Bencana Tsunami dan Gempabumi di Ambon, Kepala BMKG : Mitigasi Bencana Penting

by
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dan Plh Sekda Maluku, Sadli Ie. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan mitigasi bencana sangat penting dilakukan demi mencegah jatuhnya korban jiwa saat bencana alam melanda.

Di lain sisi dengan adanya mitigasi bencana, daerah yang masuk kategori rawan bencana alam tsunami maupun gempabumi pun bisa terus berkembang pembangunan dan ekonominya seperti negara-negara maju lainnya semisal Jepang maupun Amerika.

Hal inilah yang saat ini tengah diupayakan Pemerintah Indonesia khususnya di wilayah rawan bencana alam termasuk Maluku.

BACA JUGA : Kepala BMKG Tinjau Sejumlah Daerah Rawan Bencana di Maluku

“Negara maju seperti Jepang Amerika mereka juga memiliki potensi bencana yang mengkhawatirkan yaitu gempa bumi dan tsunami. Namun di negara-negara tersebut negaranya tetap maju dan perekonomiannya tetap tumbuh. Hal itulah yang sedang diupayakan di Indonesia termasuk Provinsi Maluku,”jelasnya kepada wartawan usai rapat bersama Pemerintah Provinsi Maluku di kantor Gubernur di Ambon, Kamis (2/9/2021) malam usai sebelumnya meninjau lokasi rawan bencana tsunami dan gempa bumi di sejumlah titik di Kota Ambon.

Yang terpenting kata wanita yang akrab disapa Rita ini, masyarakat di Maluku harus dibudayakan dengan mitigasi bencana seperti tindakan evakuasi mandiri saat bencana melanda.

“Masyarakat dibudayakan untuk siap dapat mengindar, menolong diri sendiri saat terjadi bencana seperti yang sudah membudaya di Jepang sebagian besar, 50 persen lebih masyarakat bisa selamat dari gempabumi karena mereka mampu menolong dirinya sendiri atau ditolong keluarganya atau tetangganya atau yang lewat,”sambungnya.

Sehingga di Provinsi Maluku atau Kota Ambon ini lanjut Dwikorita, BMKG sedang bergotong royong menyiapkan bersama upaya untuk menguatkan pemerintah daerah dan masyarakat serta pihak terkait dalam melakukan mitigasi.

“Misalnya sedang disiapkan peta bahaya tsunami yang tadi sudah diverifikasi di lapangan, peta evakuasi, jalur evakuasi, rambu-rambu, tempat evakuasi sementaar juga edukasi literasi disiapkan untuk sekolah-sekolah bahkan sebetulanya sudah dimulai,”terangnya.

Dengan begitu lanjut Dwikorita, sinergitas dari semua kalangan perlu agar kesiapan mitigasi ini semakin baik berdasarkan update data dari BMKG.

Sementara Plh Sekda Maluku, Sadli Ie menambahkan, rencana aksi yang telah disampaikan Kepala BMKG dalam pertemuan itu akan ditindaklanjuti pihak Pemda termasuk rencana aksi.

“Nanti akan kami rapat bersama kita koordinasi lagi dengan stakeholder membuat langkah-langkah kebijakan strategis terkait dengan pola penanganan bencana tsunami dan longsor laut,”ujar Sadli.

Hanya saja, Sadli juga meminta adanya dukungan dari Pemerintah Pusat untuk Maluku agar pengimplementasian rencana aksi mitigasi bencana ini bisa berjalan dengan lebih baik lagi. “Terutama bantuan-bantuan peralatan dalam rangka tindakan dini penangangan,”tutupnya. (Ruzady)