Titip Salam Untuk Pahlawan JKN

by
Jospehina Weheb (62) – Peserta Pensiunan PNS peserta JKN KIS saat cuci darah di RSUD dr Haulussy Ambon, Senin (18/2/2020). FOTO : BPJS KESEHATAN AMBON

AMBON–Kehadiran Negara dalam memberikan jaminan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah wujud nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat Indonesia. JKN-KIS terbukti telah memberikan banyak manfaat, salah satunya seperti yang diungkapkan oleh Jospehina Weheb (62) saat ditemui di RSUD dr. M. Haulussy Ambon, Senin (17/2/2020) saat terapi cuci darah.

Weheb merupakan peserta JKN-KIS pensiunan PNS yang menderita gagal ginjal dan rutin cuci darah sejak Maret 2016. Ia bercerita bahwa awalnya pada tahun 2015 ketika bertugas menjadi kepala sekolah di salah satu desa di Kabupaten Maluku Barat Daya, Weheb merasa sakit dibagian perut kanannya. Ia mengira bahwa sakit tersebut disebabkan karena bekas operasi usus buntu yang pernah dialami sebelumnya. Ketika diperiksa ke dokter sampai dirujuk ke Kota Ambon, masih belum terdeteksi penyakit yang diderita.

“Waktu itu tahun 2015 ketika masih bertugas menjadi kepala sekolah di suatu desa di Kabupaten Maluku Barat Daya, saya sering jatuh saat sedang mengajar, kemudian merasakan sakit diperut bagian kanan. Saya pikir sakit itu karena bekas operasi usus buntu tetapi dokter yang memeriksa bilang tidak ada apa-apa,” katanya.

Pada bulan yang sama, anak Weheb yang menimba studi di Yogyakarta akan melaksanakan wisuda. Ia memutuskan untuk memeriksakan rasa sakitnya itu di jogja setelah menghadiri wisuda anaknya. Setelah melakukan pemeriksaan di beberapa fasilitas kesehatan di Yogyakarta, Weheb divonis gagal ginjal. Diperkuat juga dengan kondisi kaki dan wajah yang mulai membengkak. Dokter memberikan dua pilihan yaitu transplantasi ginjal atau cuci darah. Apabila memilih transplantasi ginjal, yang direkomendasikan adalah ginjal anaknya.

loading...

“Saat divonis gagal ginjal, saya diberi dua pilihan oleh dokter. Mau transplantasi ginjal atau cuci darah. Namun apabila transplantasi, harus ginjal anak saya. Saya tidak mau transplantasi, kehidupan anak saya masih panjang. Saya langsung memutuskan untuk cuci darah” ungkapnya haru.

Weheb mengaku bahwa selama proses pengobatan sampai dengan cuci darah saat ini tidak pernah mengeluarkan biaya sepeserpun. Ia sangat bersyukur dengan hadirnya program JKN ini. “Selama pengobatan saya tidak mengeluarkan biaya, terima kasih banyak, lewat BPJS Kesehatan dapat melayani saya dengan baik dari awal bertugas sampai dengan saat ini”

Ia juga menitipkan salamnya kepada seluruh pahlawan JKN atas kepeduliannya, ia masih bisa bertahan sampai dengan saat ini. “Titip salam juga kepada pahlawan JKN atas kepeduliannya pada kesehatan dengan rutin membayar iuran, berkat gotong royongnya saya masih bisa bertahan sampai dengan saat ini.” tutupnya dengan senyuman manis. (ADVERTORIAL) 

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *