TNI Alirkan Bantuan Logistik Bagi Warga Suku Mausu Ane, Korban Kelaparan

by
Prajurit TNI dari Koramil 1502-05/Wahai dan Kodim 1502/Masohi mengirimkan bantuan langsung kepada warga Suku Mausu Ane di pedalaman petuanan Maneo Rendah Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Selasa (24/7/2018). Warga suku ini mengalami kelaparan sejak awal Juli lalu dan menyebabkan tiga warga meninggal dunia. FOTO : PENDAM 16 PATTIMURA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sejak pagi belasan prajurit TNI dari Koramil 1502-05/Wahai dan Kodim 1502/Masohi mengirimkan bantuan langsung kepada warga Suku Mausu Ane di pedalaman petuanan Maneo Rendah Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Selasa (24/7/2018).

BACA JUGA : Bencana Kelaparan Landa Warga Pedalaman Seram Utara, Tiga Meninggal

Anggota TNI menemui sebagian warga Suku Mausu Ane yang mengalami kelaparan. FOTO : DOK PENDAM 16 PATTIMURA

Kondisi jalan yang tak begitu mulus dan waktu tempuh yang cukup lama tak menyurutkan semangat kemanusiaan aparat negara ini untuk mengirmkan bantaun. Sebanyak 40 kardus mie instans dan 44 Karung beras dipikul oleh anggota TNI menuju Dusun Siahari Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Malteng. Dusun Siahari merupakan dusun terdekat yang akan menjadi pos titik temu antara pengirim bantuan dan warga Suku Mausu Ane.

Suku Mausu Ane yang merupakan salah satu suku asli di Pulau Seram yang tinggal di hutan. Mereka hidup secara nomaden atau berpindah pindah tempat. Daerah pinggiran sungai merupakan tempat ideal kediaman warga suku ini. Skema perlindungan  kelompok warga ini terjadi saat pasokan makanan di daerah itu mulai habis atau berkurang. Tak heran hal itu cukup berdampak bagi ketahanan tubuh dan banyak yang alami kekurangan sumber gizi.

Hal tersebut kian diperparah dengan kehadiran hama tikus dan babi hutan yang memakan tanaman dan hasil kebun mereka. Akibatnya warga mengalami kelaparan, mereka kesulitan bahan makan sejak awal Juli 2018. Tiga orang warga Suku Mausu Ane meninggal dunia akibat bencana kelaparan itu.

Kejadian itu lantas ditindaklanjuti Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto. Sebelum bantuan diberikan pihaknya memerintahkan personil dari Kodim 1502/Masohi untuk melakukan pengecekan kabar sekaligus menyambangi daerah domisili Suku Mausu Ane.

Loading...

Saat ini terpantau Kodim Masohi dengan Koramil Wahai sebagai satuan kewilayahan terdekat, telah berada di lokasi setelah menempuh perjalanan darat selama delapan jam dari Kota Masohi. Lantaran kondisi jalan dan keterbatasan transportasi pihaknya baru mengirim sebagian bantuan lebih dulu. “Suku Mausu Ane merupakan masyarakat yang tinggal terpencil dan nomaden di hutan. Mereka hanya dapat ditemui dengan perantara Raja Negeri Maneo Rendah,”ujar Dandim 1502 Masohi Letkol Inf Harisandi Krishandoko.

Anggota TNI tiba di sebagian warga Suku Mausu Ane dan sudah membangun tempat tinggal mereka

Harisandi mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Antin Katipna, Kepala Dusun Siahari dan seorang Pendeta untuk mengambil langkah agar bantaun logistik tanggap darurat bisa tersalurkan dengan baik pada Rabu (25/7/2018).

Harisandi mengatakan, saat ini Kodam XVI/Pattimura juga telah menyiapkan tim medis dari RST dr.Latumeten dan bantuan sembako dari Bekangdam XVI/Pattimura serta dukungan transportasi heli bell BKO Kodam XVI/Pattimura untuk mempercepat dorongan bantuan logistik kepada Masyarakat Suku Mausu Ane. (BIR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *