Tokoh Masyarakat Sampaikan Aspirasi ke Kapolda Maluku

by
Kapolda Maluku Irjen Pol. Andap Budhi Revianto berfoto bersama puluhan tokoh masyarakat dan tokoh agama usai acara Bakumpol Bacarita Kamtibmas di Ruang Utama Lantai II Polda Maluku, Rabu (11/4). FOTO : BIR (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Mabuk mabukan, suara bising knalpot racing, serta perselisihan antar warga masih menjadk topik hangat di kalangan warga Kota Ambon. Masalah tersebut mengemuka pada acara ‘Bakumpol Bacarita Kamtibmas’ yang digelar Kapolda Maluku Irjen Pol. Andap Budhi Revianto dengan puluhan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Ruang Utama Lantai II Polda Maluku, Rabu (11/4) pagi.

Dalam acara ini, perwakilan warga menyampaikan aspirasi  kepada jajaran Kepolisian Daerah Maluku. Bagi beberapa tokoh masyarakat, peredaran minuman keras dan mabuk mabukan dinilai sangat menggangu ketenangan warga. Menurut mereka hal tersebut bisa menjadi cikal bakal kegaduhan atau pertikaian di Kota Ambon. Seperti yang disampaikan Ketua Majelis Jemaat GPM Rebohot, Janes Souhoka. “Saya mohon ada patroli petugas di kawasan Batugantong. Di sana anak anak sering berkelahi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu dirinya juga meminta maaf kepada jajaran kepolisian dan perwakilan tokoh masyarakat atas perkelahian yang kerap kali terjadi di wilayahnya. Bahkan dirinya sebagai perwakilan Jemaat angkat tangan dan meminta dukungan dari pihak kepolisian untuk memastikan wilayah pelayanannya aman terkendali. Tak ketinggalan knalpot racing atau modivikasi yang amat menggangu. “Suara knalpot dari motor anak anak itu sangat mengganggu. Apalagi tempat ibadah kita ada di dekat jalan raya,” ulasnya.

Dua Ketua RT di kawasan Air Salobar dan Pohon Mangga juga menyampaikan aspirasinya. Yaitu terkait kabar hoax yang disebarkan oleh seorang warganya di media sosial. Kasim, Ketua RT 003 RW 05 mengaku pihaknya amat terkejut dan malu dengan perbuatan warganya. “Tapi abis itu orangnya langsung datang ke rumah (minta maaf). Ini semua juga dari bantuan jajaran kepolisian,” terang dia.

Kasim meyakini isu isu perpecahan antar warga Kristen dan Islam sudah tak ada lagi. Itu hanyalah isu basi yang sengaja diangkat untuk memperkeruh suasana. Baginya hubungan saudara Kristen dan Muslim di Pohon Mangga dan Air Salobar aman terkendali. “Beta di rumah jua ada bapondok. Dong dari Air Salobar jua tiap pagi datang balanja di beta pondok. Seng mungkin katong bakulempar,” katanya yakin.

loading...

Hal tersebut menggambarkan bahwa hubungan dua agama yang sering disebut -sebut tegang sejatinya telah usai. Yang perlu diwaspadai menurut Kasim adalah provokasi pihak luar yang ingin mengacaukan kedamaian di daerah mereka. Selain mendapat pujian dan dukungan sejumlah tokoh masyarakat, beberapa Ketua RT juga menyampaikan krtitikan kepada beberapa oknum anggota kepolisian yang bertugas di lapangan.

Yakni dari seorang RT di kawasan Mardika. Dia mengkritisi tindakan kekerasan oknum anggota polisi kepada pelajar yang tawuran.Menurutnya, pelajar adalah calon penerus masa depan, tidak sepantasnya mereka dipukul seperti seorang pelaku penjahat.

Kapolda langsung merespon masukan serta kritikan dari perwakilan warga Kota Ambon itu. Jenderal Bintang Dua yang menjabat Kapolda Maluku sejak 15 Maret 2018 ini langsung memerintahkan masing masing jajaran kepolisian untuk mengevaluasi setiap langkah anggotanya di lapangan, terutama menanggapi keluhan dari seorang warga di Mardika. Keluhan keluhan warga menurut Kapolda  harus segera direspon. “Polisi itu mitra, kita bermitra dengan masyarakat jadi harus menjalin hubungan baik,” tegas Kapolda.

Kapolda pun berharap agar warga tidak mudah terpancing isu-isu dan berita hoax. Apalagi warga Maluku punya sejarah yang harusnya menjadi pelajaran dan pengingat untuk menjaga keamanan bersama. Dalam kesempatan itu, Abidin Wakano perwakilan MUI Maluku serta pihak Kanwil Agama Provinsi Maluku juga turut memberi dukungan serupa kepada masyarakat. “Jangan mau diadu. Kita harus belajar dari pengalaman,” pungkasnya. (BIR)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *