Tour de Molvccas Diharapkan Mengusik Surga Tersembunyi di SBT

by
Salah satu pulau di Kabupaten SBT, Maluku. FOTO : Dok Nhiko Sohilauw

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Tour De Molvccas (TdM) atau balap sepeda internasional mengelilingi  Pulau Seram dan Pulau Ambon, September 2017  ini  diyakini membawa harapan besar bagi pariwisata  Maluku, terutama di  Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

SBT  adalah salah satu lokasi etape yang dilewati peserta TdM.  Panitia lokal TdM di Kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa itu jauh hari sudah  menata   sejumlah objek wisatanya, termasuk infrastruktur penunjang balap sepeda antar negara itu.

Loading…

Mantan Ketua BEM Fakultas  Perikanan Universitas Darussalam  (Unidar) Ambon  Nhiko Sohilauw mengungkapkan, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT akan memanfaatkan event olahraga internasional itu untuk mempromosikan sejumlah lokasi  wisata eksotik yang  tersebunyi di SBT.

Aktivis perikanan asal SBT  ini menyatakan,TdM akan dimanfaatkan secara baik, demi kepentingan kabupaten penghasil minyak bumi dan ikan julung itu.  Menurutnya, Kabupaten SBT memiliki gugusan pulau pulau kecil, “surga tersebunyi” yang belum terekspos secara  nasional maupun internasional.

“SBT itu unik, SBT itu surga tersembunyi yang terkandung di dasar laut dan di pesisir gugus pulau pulau kecil, yang belum diketahui secara luas. Karena itu, lewat event TdM ini, kesempatan bagi  SBT mempromosikan surga tersembunyi yang dimilikinya,” kata Sohilauw dalam pernyatan pers yang diterima Terasmaluku.com, Senin (11/9).

Surga tersembunyi yang dimaksud Sohilauw diantaranya adalah Kabupaten SBT memiliki potensi laor yang terjadi sebulan sekali. Berbeda dengan daerah lain di dunia, dimana laor hanya terjadi sekali dalam setahun.

Selain itu ada  gugus pulau-pulau kecil seperti Koon, Grogos, Neden dan Nukus. Pulau – pulau kecil itu menurut Sohilauw memiliki keunikan dan keragaman hayati yang tinggi. Gugus pulau – pulau kecil itu merupakan pusat pembibitan ikan secara alami, kemudian berpindah ke Kepulauan Raja Empat, Papua Barat  dan daerah pesisir lainya di Maluku.

Menurut Sohilauw, selain pusat pembibitan secara alami,  pulau-pulau tersebut juga memiliki potensi koral atau terumbuk karang yang sangat menarik untuk dijadikan spot diving. Gugusan pulau tersebut kini dikembangkan menjadi kawasan konservasi dari 1.500 hektar menjadi 2.500 hektar oleh World Wide Fund For Nature (WWF), sebuah organisasi non-pemerintah yang menangani masalah masalah konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan.

“Kami di SBT memiliki spot laor yang terjadi sebulan sekali, bedah dengan daerah lain di Indonesia, kami juga punya Pulau Koon, Grogos, Nukus dan yang kini telah menjadi kawasan konservasi dan pusat pembibitan secara alami,” katanya.

Selain itu, SBT juga memiliki Pulau Igar di Kecamatan Wakate. Pulau tersebut menjadi  tempat penghasil fish nutrisi atau makan ikan secara alami dengan adanya proses upwelling, yang kemudian dibawa arus ke laut Desa Nama, kemudian  terjadi proses makan memakan atau bisa disebut pasar ikan, tempat berkumpulnya ikan dan mencari makan.

Upwelling adalah sebuah fenomena di mana air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar dari dasar laut bergerak ke permukaan akibat pergerakan angin di atas.

Sohilauw juga menjelaskan, selain potensi ikan, di SBT juga memiliki wisata bahari yang sangat kompleks dan unik, tidak terdapat di kawasan lain. Yaitu danau air asing di Pulau Amar Sekaru yang tidak dimiliki daerah lain, serta Pulau Uran yang berbatasan langsung dengan Maluku Tenggara, memiliki under woter indah.

“SBT memiliki danau air asing yang pernah disinggahi pimpinan grup Band Darwin Spot pada tahun 1976, yakni Micke Jagger.  “Dan Micke Jagger mengungkapkan, dia ke SBT karena  tahu surga tersembunyi ada di SBT,” katanya.

Sohilauw berharap TdM dengan  kucuran anggaran  dari Pemkab SBT  sebesar Rp 8 miliar itu dapat  memberi manfaat bagi pembangunan terutama sektor pariwisata  di SBT. Lewat event ini juga diharapkan menarik kunjungan wisata domestik maupun asing, serta  minat investor berinvestasi di SBT. Sehingga dengan demikian menurut Sohilauw dapat meningkatkan pendapatan  demi kesejahteraan masyarakat SBT.

“Saya berharap dengan adanya kucuran anggaran  8 miliar rupiah  untuk TdM ini bisa dimaksimalkan demi kepentingan pariwisata di SBT, sehingga dapat mengusik surga tersembunyi di SBT agar diketahui bukan saja di Indonesia tapi dunia internasional,” katanya. (ADI)