Trofi Adipura yang Ke-7 Datang, Walikota Ingin Upayakan Sampai Adipura Kencana

by
Trofi Adipura ke-7 Kota Ambon tiba Selasa (15/1/2019) siang dan disambut meriah. Pencapaian itu sebagai salah satu bukti kerja dan upaya semua pihak untuk menjaga kota. FOTO: Alfian

TERASMALUKU.COM, AMBON–Sambutan luar biasa dari warga dan pejabat Pemerintahan Kota saat trofi Adipura tiba di Bandara Pattimura Ambon, Selasa siang (15/1/2019). Ini merupakan penghargaan adipura yang ke-7 berturut-turut.

Trofi ini menandakan prestasi dan kerja keras semua pihak yang telah menjaga lingkungan perkotaan. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapat salah satu penghargaan tertinggi di bidang lingungan.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy saat menerima trofi begitu bahagia dan bangga dengan prestasi tersebut. “Yang kita dapat sekarang itu namanya Adipura saja, kalau yang kamarin itu Adipura Buana,” kata Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kepada wartawan usai syukuran penerimaan Adipura.

Dia menyebut indikator penilaian untuk mendapatkan Adipura ini yakni penilaian kota besar, sedang dan kecil. Ambon, masuk klasifikasi kota sedang dengan penataan dan kebersihan kota yang baik.

“Indikator penilaian itu ada kota besar, Sedang dan kecil. Sedangkan Adipura yang didapat ini masuk dalam klasifikasi kota sedang. Untuk penilaiannya jangan tanya ke saya tapi tanya ke Menteri Lingkungan Hidup, karena kita tau kerja saja,” ujar Richard.

Kategori tertinggi dari penghargaan adipura yakni trofi adipura kencana. Untuk mendapatakan penghargaan ini sangat sulit, sebab ada banyak kriteria penilaian yang harus dipenuhi. “Ada yang sampai kriteria Adipura kencana, itu penilainnya lebih sulit lagi untuk di dapatkan. Kita juga sedang usaha untuk mendapatkannya,” sebutnya. Tahun ini Surabayalah yang berhasil mendapatkan penghargaan Adipura Kencana.

Sementara Ambon masuk kategori Adipura kota Sedang bersama 32 kota lain. Seperti Kudus, Banjarbaru, Pare-pare, Jombang, Blitar, Mojokerto, Tulungagung, Madiun, Bukittinggi, Bau bau, Bitung, Sukabumi, Palopo, Bontang, Kediri, Kendari, Payakumbuh, Jepara, Magelang, Salatiga.

Tebing Tinggi, Tanjung Balai Karimun, Lumajang, Pasuruan, Tanjung Pinang, Probolinggo, Jayapura, Purwokerto, Cilacap dan Lahat. Politisi golkar itu menambahkan, persoalan sampah akan terus ada sampai akhir dunia. Namun upaya pemerintah untuk itu perlu terus digenjot maksimal.

Sampah plastik muncul ke permukaan saat hujan yang sempat mengguyur kota bersamaan dengan kedatangan trofi adipura yang ke-7. FOTO: Mohas Amir for Terasmaluku.com

Bertepatan dengan kedatngan trofi di bandara, hujan mengguyur Kota Ambon dengan intensitas sedang. Bersamaan dengan sampah dari dalam got berduyun duyun keluar memenuhi sejumlah ruas jalan. Salah satu satunya seperti di Jalan Kapaha Ambon. sejumlah sampah plastik memunculkan diri dari balikselokan.

Ada yang memuji keberhasilan tapi tak sedikit yang menyangsikan usaha kota meraih adipura. Namun yang pasti pemerintah terus berupaya mengevaluasi kerja dan memaksimalkan penanganan samha kota. Sebab belajar dari tahun-tahun sebelumnya, sampah seperti makin memunculkan diri ke permukaan terutama saat hujan. Jangan sampai upaya itu akan berakhir seperti sebuah puisi berjudul Adipura yang dipajang pada salah satu rumah kreatif anak muda di Kota Ambon. (ALFIAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *