Tunggakan Raskin 5 Miliar, Camat di Maluku Diperiksa Jaksa

Tunggakan Raskin 5 Miliar, Camat di Maluku Diperiksa Jaksa

SHARE
Kepala Bidang Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Diver Maluku Armin Banjar. FOTO : NIAR FUAD (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sejumlah Camat di Provinsi Maluku akan diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku terkait tunggakan Raskin 2017 sebasar Rp 5 Miliar. Dari sebelas kabupaten dan kota se Maluku, tunggakan Raskin yang paling tinggi di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), sementara Kota Ambon terendah.

“Di Kota Ambon tunggakan berada di dua desa yaitu Kudamati Rp 20 juta dan di Negeri Urimessing Kecamatan Nusaniwe Rp 80 juta lebih. Malteng sendiri tunggakan Raskinnya sebesar Rp 200 juta lebih,”ungkap Kepala Bidang Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Diver Maluku Armin Banjar kepada Terasmaluku.com Jumat, (3/8/2018).

Detil jumlah tunggakan memang tidak dirincinya. Namun Armin pastikan nilai tunggakan tersebut bervariasi. Saat ini Bolog Maluku melimpahkan kasus tersebut ke Kejati Maluku. Bulog dan Kejati Maluku memiliki MOU dalam penanganan tunggakan pembayaran Raskin. Jika ada camat, kepala desa atau raja yang nunggak bayar Raskin maka Kejaksaan akan mengambil tindakan hukum.

Menurut Armin pihak kejaksaan berjanji akan memangil semua Camat sesui pernyataan para Camat melalui tanda tangan yang sebelumnya di periksa oleh Kejari di masing-masing kabupaten dan kota di Maluku. Armin mengatakan pemeriksaan para Camat oleh Kejaksaan diundur waktunya sebab bertepatan dengan bulan puasa dan Pilkada serentak lalu.

Namun menurut Armin berdasarkan informasi dari Kejaksaan, pemeriksaan para Camat bakal digelar bulan Agustus ini juga. “Awalnya dengan tunggakan seperti ini Bulog Maluku tidak mau lagi untuk menyalurkan. Ditunggu hingga lunas barus disalurkan. Pasalnya uang sudah di tangan mereka (Camat) yang dibayarkan warga. tapi mereka tidak setor ke Bulog. Namun meski begitu pihak Bulog terus lakukan penyaluran,”ujarnya.

Armin mengatakan, Bulog tetap mendistribusikan beras ke masyarakat meski Raskin di daerah tersebut masih menunggak. Sedangkan terkait masalah tunggakkan menjadi kewenangan Kejaksaan Tinggi. “Masyarakat sudah membayar lunas. Namun kalau para Camat masih memegang uang itu silahkan yang pasti Kejaksaan akan turun memerikasa,”singkat Armin.

Untuk tahun ini Armin mengatakan, Beras Raskin atau RASTRA yang disalurkan tanpa ada pungutan biaya, dibagikan secara gratis. “Jadi kalau di lapangan ada kepala desa atau Camat lakukan pungutan masyarakat berhak melapor,”kata Armin (UAD)

  • 19
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...