Turun Hujan, Shalat Idul Adha di Masjid Raya Al Fatah Ambon Khusus

by
Para jamaah menggelar Shalat Idul Adha 1438 H di emperan pertokoan depan Masjid Raya Al Fatah Ambon, Jumat (1/9) akibat hujan yang mengguyur kota itu. FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Ribuan Umat Islam menggelar Shalat Idul Adha 1438 Hijriah di Masjid Raya Al Fatah Ambon, Jumat (1/9). Jamaah datang dari berbagai wilayah di Kota Ambon dan sekitarnya.

Shalat Idul Adha dimulai pukul 07.30 WIT. Bertindak sebagai imam dalam shalat ini adalah Imam Besar Masjid Raya Al Fatah Ambon, Ustat R.R.Hasanussi. Sedangkan bertindak sebagai khatib, Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Pusat  Prof. DR. KH. Ahmad Zohra.  MA.

Banyaknya jamaah, membuat  jamaah lainnya menggelar shalat Idul Adha di halaman  hingga emperan pertokoan di depan dan samping masjid  Raya Al Fatah Ambon.  Pelaksanaan shalat Idul Adha diwarnai turun hujan. Meski diguyur hujan,  jamaah yang melaksanakan shalat di luar masjid tetap khusus. Ratusan jamaah basah.

Dalam khutbanya, khatib menguraikan tentang berbagai  hikmah dan keutamaan  Idul Adha. Diantaranya,  pengorbanan Nabi Ibrahim A.S dan putrnya,  Nabi Ismail A.S, yang relah dan ikhlas melaksakana perintah Allah SWT. Nabi Ibrahim A.S patuh atas perintah Allah SWT untuk mengorbankan putra kesayangnya itu. Nabi Ismail A.S, ridho untuk mengorbankan dirinya atas perintah Sang Pencipta Alam Semesta.

Tapi Allah SWT, kemudian menggantikan nyawa Nabi  Ismail dengan seekor domba untuk dikurbankan. Karena itu setipa umat  muslim dianjurkan untuk berkurban dengan menyebeli hewan peliharaan berupa kambing sapi, dan domba, sebagai tuntutan atau risalah yang dibawa Rasulullah SAW.

“Dalam kehidupan saat ini,apa yang telah kita korbankan untuk melaksanakan perintah Allah SWT,kita sering mengabaikan dan melanggar  perintah Tuhan,  padahal nikmatNYA tak terhingga diberikan untuk kita semua,” katanya.

Khatib menyatakan, Idul Adha juga tidak hanya mengenang pengorbanan Nabi Ibrahim A.S  dan putrnya tapi juga memiliki dimensi sosial dan ibadah lainnya. Dimensi sosial yakni, meningkatkan hubungan sosial, saling membagi rizki kepada sesama. Yakni, daging hasil kurban diberikan kepada warga yang berhak secara merata.

“Dalam kehidupan sehari –hari makna berkurban untuk meningkatkan hubungan sosial, tolong menolong, membagi rizki kepada orang – orang lemah,” katanya.

Khatib juga menyeruhkan kepada jamaah untuk meningkatkan hubungan sosial diantara sesama warga terutama di Provinsi Maluku. Pererat dan jaga  hubungan sosial, tolong menolang  antar sesama warga dalam kehidupan sehari – hari.

Pelaksanaan  Shalat Idul Adha di Masjid Raya Al Fatah Ambon juga dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaff, Pangdam 16 Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo dan sejumlah pejabat lainnya. Usai shalat, dilakukan pemotongan hewan kurban di halaman Masjid Raya Al Fatah Ambon, dan dagingnya dibagikan kepada yang berhak menerimanya. (ADI)