Tutup Latihan Penanggulangan Bencana Alam, Begini Pesan Danrem 151/Binaiya

by
Aparat TNI mengevakuasi korban terdampak bencana dalam latihan penanggulangan bencana di Dusun Talaga Ratu Kecamatan Kairatu Kabupaten SBB, Jumat (6/11/2020). FOTO : PENREM 151/BINAIYA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Latihan penanggulangan Bencana Alam, Korem 151/Binaiya Tahun 2020, diwilayah Kodim 1502/Masohi ditutup Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya Brigjen TNI Arnold A. P Ritiauw.

Penutupan berlangsung dalam sebuah upacara di Lapangan Upacara Dodiklatpur Rindam XVI/Pattimura, Desa Waimital, Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat, Jumat (6/11/2020) dengan inspektur upacara Danrem.

Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Arnold A. P Ritiauw menutup latihan penanggulangan bencana di Waimital Kairatu, Jumat (6/11/2020). FOTO : PENREM 151/BINAIYA

Latihan yang digelar selama lima hari ini melibatkan personel TNI jajaran Korem 151/Binaiya, Polri, BPBD, TAGANA, dan Dinas Kesehatan Kabupaten SBB. Sebelum menutup pelatihan, Danrem menyaksikan puncak latihan berupa aplikasi lapangan dengan materi evakuasi masyarakat terdampak bencana di Dusun Talaga Ratu Kecamatan Kairatu.

Loading...

Danrem dalam sambutanya mengatakan, latihan penanggulangan bencana alam dapat memberikan manfaat kepada peserta latihan. Sebagai Danrem, ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Danrem berharap agar segala materi yang diterima dapat terus dikaji dan dikembangkan, dan dapat diwujudkan secara nyata sesuai tugas masing-masing.

Danrem mengakui dalam setiap tahapan latihan ini, masih ditemukan adanya pelaku yang ragu-ragu dalam bertindak, ragu-ragu dalam berbuat. Selain itu masih belum terpadunya masing-masing unit yang tergabung dalam Satgas latihan ini dalam memecahkan berbagai persoalan serta koordinasi masih belum terjalin dengan baik.

“Karena keberhasilan Gladi Lapangan sangat ditentukan oleh terjalinnya koordinasi yang baik seluruh peserta, sehingga dapat merespon permasalahan yang terjadi sehingga penanganannya bisa dilaksanakan dengan cepat dan tuntas,”ujarnya.

Danrem berharap agar kedepannya pelaksanaan tugas-tugas penanggulangan bencana alam harus dapat dipadukan secara sinergis dengan seluruh kegiatan aparat pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat.

Sehingga lanjut Danrem, tidak ada lagi aparat atau instansi yang bertindak dan berjalan sendiri-sendiri. “Untuk itu diperlukan adanya koordinasi yang harmonis antar sesama aparat terkait, sehingga tercipta kekompakan dan soliditas aparat pemerintah di wilayah ini, secara berdaya guna dan berhasil,” kata Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Arnold A. P Ritiauw. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *