UCI :Tour de Molvccas 2017 Pecahkan Rekor Jumlah Penonton

by
Pembalap melintasi Jalan Ay. Patty Kota Ambon, dalam event TdM, Jumat (22/9). FOTO : ALFIAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Union Cycliste Internationale (UCI) atau badan sepeda dunia, mengapresiasi  antusiasme warga Kota Ambon dan Pulau Seram menyaksikan balap sepeda internasional,  Tour de Molvccas (TdM) 2017.Michael Robb, utusan dari UCI yang menyaksikan dan mengawasi langsung TdM 2017 memberikan acungan jempol terhadap antusiasme penonton TdM 2017.

Pendapat  yang sama juga disampaikan konsultan teknis balap sepeda internasional yang juga konsultan teknis TdM 2017, Jamaludin Mahmood,  dalam siaran pers panitia  TdM yang diterima Terasmaluku.com, Minggu (24/9).  Jamaludin, warga Malaysia ini  memperkirakan jumlah penonton TdM Etape V (terakhir)  pada Jumat 22 September 2017, dengan rute Pantai Namalatu – Lapangan Merdeka, Ambon, mencapai 500 ribu penonton. Total penonton TdM untuk Etape I, II, III dan IV di Pulau Seram juga diperkirakan hampir mencapai 500 ribu.

Penonton TdM 2017 di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terutama di Kota Bula (finish etape II, Wahai – Bula dan etape III Bula-Wahai) diperkirakan mencapai 250 ribu, sedangkan penonton di Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagia Barat kurang dari 250 ribu penonton.

“Saya perkirakan penonton TdM 2017 di Kota Ambon mencapai 500 ribu. Saya kira total penonton TdM 2017 di Pulau Seram, etape I, II, III dan IV juga mencapai hampir 500 ribu penonton. Ini jauh lebih banyak dari Singkarak (Tour de Singkarak, Sumatra Barat). Untuk tingkat Asia, Tour de Molvccas cuma kalah dari China-Tiongkok dan bisa jadi masuk 10 besar dunia,” kata  Jamaludin yang juga konsultan teknis untuk Tour de Singkarak, Tour de Ijen Banyuwangi, Tour de Flores (2016) dan berbagai ‘tour de’ atau lomba balap sepeda di Asia.

“Saya kagum dengan antuasiasme warga Maluku, terutama warga Pulau Seram dan Pulau Ambon yang datang menyaksikan Tour de Molvccas 2017 baik di tempat start, finish maupun di jalan-jalan yang dilintasi para pembalap Tour de Molvccas 2017. Saya kagum dengan semangat pemerintah daerah-nya yang antusias dengan Tour de Molvccas. Saya telah menyaksikan Tour de Singkarak, Tour de Ijen Banyuwangi dan Tour de Flores (NTT), jumlah penonton dan antuasiasmenya tidak sehebat Tour de Molvccas 2017,” demikian Michael Robb berpendapat.

Michael Robb

Robb yang berpengalaman mengawasi berbagai kegiatan balap sepeda internasional di berbagai negara di dunia memberikan sejumlah alasan terkait antuasiasme warga Maluku yang datang menyaksikan TdM. Ada dua alasan menurut Robb. Selain karena warga Pulau Seram dan warga Kota Ambon haus hiburan, alasan lainnya karena sebaran informasi getok tular/dari mulut ke mulut (word of mouth), termasuk publikasi melalui media massa, media sosial, media luar ruang dan publikasi melalui media lainnya.

“Saya mendengar Tour de Molvccas 2017 merupakan salah satu event internasional terbesar sepanjang sejarah Maluku. Untuk itu saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, pemerintah kabupaten dan kota yang turut menyelenggarakan event ini karena berani menyelenggarakan kegiatan besar seperti ini. Saya berharap kegiatan ini dipertahankan dan menjadi event tahunan. Jika mampu menjadikan ini sebagai event tahunan, maka pariwisata Maluku menjadi lebih baik. Pasti makin banyak wisatawan yang datang ke Maluku. Pesan saya, tingkatkan kualitasnya dan tingkatkan lagi infrastruktur pendukung,” demikian Robb berharap.

Tour de Molvccas yang digelar sejak Senin  18 September hingga Jumat 22 September, ditutup Gubernur Maluku Said Assagaff di Gong Perdamaian Ambon.  Tour de Molvccas adalah lomba balap sepeda internasional pertama di Maluku yang diselenggarakan  Pemerintah Provinsi Maluku, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat dan Pemerintah Kota Ambon. TdM meliputi 5 etape dengan jarak 714 km yang sejak awal diikuti oleh 67 pembalap dari 14 tim yang berasal dari 20 negara.

TdM adalah kegiatan olah raga berbasis pariwisata ditujukan untuk memajukan pariwisata Maluku. TdM didukung penuh oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Pariwisata, Kementerian PU, Kementeriaan Perhubungan, sejumlah BUMN dan lainnya. Peserta TdM 2017 memperebutkan hadiah uang senilai total Rp 850.000.000. (ADI)