DINKES MALUT : Warga Isolasi Mandiri Setelah Terkonfirmasi Positif COVID-19 Mengalami Penurunan

by
Tim Satgas COVID-19 saat sosialisasikan bagi pasien COVID-19 menjalani isolasi secara mandiri di Kota Ternate. ANTARA/Abdul Fatah

TERASMALUKU.COM-Ambon- Dinas Kesehatan Maluku Utara menyebutkan warga isolasi mandiri setelah terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 2.359 orang atau alami penurunan jika dibandingkan dengan sebelumnya.

“Sesuai laoran, pasien isoman terkonfirmaasi positif COVID-19 untuk 10 kabupaten/kota di Malut mencapai 2.359 orang, sedangkan, pasien positif COVID-19 tengah menjalani isolasi di RSU sebanyak 120 orang dan terbanyak berada di RSU Chasan Boesoerie Ternate sebanyak 26 orang serta RSU Pulau Taliabu hingga kini belum ada pasien isolasi di RSU,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Malut, dr Rosita Alkatiri di Ternate, Minggu.

Dia menyebut, untuk pasien isoman lebih didominasi pekerja tambang seperti di Kabupaten Halmahera Utara 796 orang, Halmahera Selatan 337 orang dan Kabupaten Pulau Morotai 307, sedangkan paling rendah berada di Kabupaten Pulau Taliabu sebanyak 55 orang.

Sedangkan, berdasarkan laporan harian angka kasus terkonfirmasi COVID-19 per 1 Agustus 2021 berjumlah 10.060 orang, kasus sembuh COVID-19 sejumlah 7.341 orang atau bertambah dari 32 orang dari Halmahera Barat 14 orang dan Kota Ternate 12 orang.Rosita menyatakan, hingga kini pihaknya mencatat sebanyak 240 orang meninggal dunia dan untuk hari ini ada dua orang meninggal dunia terkonfirmasi positif COVID-19 berasal dari Kota Ternate.

Dirinya berhadap agar dengan terus naiknya jumlah kasus sembuh COVID-19 ini, masyareakat diminta untuk tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Rosita menambahkan, berdasarkan laporan rekapitulasi harian pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Malut untuk 180 tempat fasilitas kesehatan tersebar di 10 kabupaten/kota diantaranya untuk SDM kesehatan tahap I mencapai 11.450 orang, lansia 5.505 orang atau 7,4 persen, pelayan public 67.196 orang atau 58 persen.

Pewarta : Abdul Fatah
Editor : Muhammad Yusuf