CCI Terbitkan Buku Kisah Tujuh Anak Muda Merawat Maluku

oleh
Direktur CCI Dwi Prihandini bersama penulis Merawat Maluku Embong Salapmpessy dan tujuh anak muda Maluku yang kisahnya tertuang dalam buku setebal 100 halaman, (22/11). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Clerry Cleffy Institut menerbitkan sebuah buku penanda tujuh tahun perjalanan Dwi Prihandisi melayani Maluku.

Peluncuran buku yang diresmikan langsung oleh Direktut CCI ini berisi tujuh cerita anak muda inspiratif di bidang lingkungan.

Pertemuan dengan mereka pun tidak disengaja, mesi Dwi memiliki kepedulian di bidang lingkungan selama dirinya mengarungi lautan Maluku.

“Awalnya saya ingin mengapresiasi George Manuhu pendiri Beta Bank Sampah. Selama perjalanan saya di Maluku banyak sekali temui sampah di lautr dan ingin menjadi hal penting untuk disesiusi,” jelasnya usai peluncuran buku Merawat Maluku di Café Baileo, Senin (21/11/2022).

George yang akrab disapa Jojo ini antusias dan konsisten berkiprah merubah sampah palastik jadi bahan bernilai ekonomis dan bermanfaat.

Semangat ini yang dinilai Dwi langka serta perlu ditularkan bagi anak muda Maluku.

“Dalam pengerjaan buku saya dibantu editor CCI Embong Salampessy dan hasilnya ternyata Jojo ini tidak bekerja sendiri,” ungkapnya.

Ada pemuda-pemuda lain yang memiliki keseriusan serup di bidang yang sama dengan Jojo. Dari sini proses pengerjaan buku pun dimulai.

Merawat Maluku berarti menjagnya tetap ‘lestari’ hingga puluhan tahun ke depan.

Mau tak mau langkah itu dimulai dari anak muda yang punya idealisme dan semangat sama.

Bersama editor CCI, Embong, Dwi lantas meneruskan penulisan cerita dari anak muda ini. Selain Jojo, ada Olivia Jaso Founder The Mulung, Devirisal Djabumir pendiri Sekolah Mimpi di Aru, Ali Ahmad Musiin alias Fabio pendiri Rumah Baca Kapata di Sawai, Stefani Teri Salhuteru pendiri Moluccas Costal Care (MCC), Irene Sohilait pendiri Green Moluccas serta Kezia Tulalesi dari Lebe Bae Kids Community.

BACA JUGA :  FOTO : AHY Safari Politik di Ambon, Ziarah Hingga Tanam Pohon

Kisah mereka tertuang dalam buku yang Merawat Maluku yang tidak diperjualbelikan.

Buku setebal 100 halaman ini bakal menjadi pegangan dan penyulut semangat bagi anak muda lain di Maluku.

“Saya berharap anak muda kita berpikir ke depan. Bukan jadi anak muda tiktokers. Buku ini menjadi rekam jejak bagi anak muda sehingga siapa pun mau jadi agen perubahan bisa membaca kisah mereka,” Lanjut Dwi.

Sementara itu Embong Salampessy, penulis juga editor menyatakan proses pengerjaan buka tidak banyak temui kendala.

Kiprah tujuh anak muda ini sudah memiliki gaung dan tak asing. Sehingga mudah untuk merangkumnya sebagai kisah inspiratif.

“Tidak ada kesulitan yang berarti. Pengerjaan ini murni dibiayai oleh dana pribadi ibu Dwi. Hanya soal mengatur waktu dengan anak-anak ini saat diwawancarai,” Jelas Embong.

Cerita tujuh orang ini, adalah sebuah keberanian keluar dari kebiasaan. Menurut Embong mereka membuktikan pekerjaan non PNS dan berkutat pada isu lingkungan nyatanya membawa perubahan jauh lebih besar dan berguna bagi masyarakat.

Hal tersebut terbukti lewat kerja kerja yang mendapat apresiasi berbagai kalangan di Maluku pun di luar.

Dia berharap buku terbutan Dwi Prihandini dari CCI ini dapat menjadi legasi until generasi muda Maluku.

 

Penulis : Priska Birahy

BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

No More Posts Available.

No more pages to load.