Undian Pedagang Gedung Putih dan Rencana Pindah ke Taman Victoria

by

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Pemerintah Kota Ambon tengah mencari alternatif pemindahan pedagang Pasar Mardika. Tercetus ide sementara untuk menempatkan mereka di Taman Victoria.

Ide itu terlontar dari Walikota Ambon, Richard Louhenapessy usai unjuk rasa pedagang di Balai kota. Lokasi taman itu dekat dengan Pasar Mardika.

“Itu (taman victoria, baca) antara lain. Itu kan bukan asetnya kita, itu astenya pemprov. Nanti saya bicarakan dengan pak gub,” terang Walikota Ambon dalam wawancara bersama awak media di Hotel Marina, Rabu (9/6/2021).

Namun untuk saat ini mereka masih mengupayakan agar proses revitalisasi berjalan lancar. Salah satunya dengan merelokasi para pedagang ke sejumlah pasar sementara yang telah dibangun pemkot. Seperti yang ada di Tantui, Air Kuning, Tagalaya hingga di pasar Transit Passo.

Para pedagang yang berunjuk rasa pada Senin lalu itu merupakan pedagang di kaki lima yang berjualan di pinggir jalan sekitar bank Artha Graha.

Mereka tidak menolak revitalisasi namun enggan pindah ke Passo. Salah satu alasan utama yakni lokasi yang jauh dari pusat kota.

Apalagi menurut pedagang, kebanyakan pembeli juga dari warga Passo. “Yang begini saja di mardika sepi, apalagi kalau pindah ke Passo,” keluh seorang pedagang secara terpisah saat berunjuk rasa.

Tak hanya pedagang di pinggir jalan, 270 pedagang Gedung Putih yang disepakati menempati pasar terapung tak kunjung dapat undian. Berdasarkan surat pengosongan Sekretaris Kota Ambon sebanyak tiga kali, mereka harusnya telah mengosongi gedung.

Hanya saja para pedagang ini enggan. Hingga kini belum juga ada undian bagi mereka agar bisa menempati pasar apung. Salah seorang pedagang, Iyah membenarkan jika mereka belum menerima undian.

“Sampai sekarang ini belum ada undiann. Pedagang su siap, sebagian besar sudah tutup. Tapi belum bis akeluar karena sneg ada undian buat ke pasar terapung,” jelasnya sore tadi kepada wartawan.

Isi surat edaran pada tanggal 21, 27 dan 31 Mei itu, pedagang Gedung Putih diminta mengosongkan gedung hingga tanggal 5. Sebagian besar bahkan telah menutup toko dan mengangkat patung-patung atau manekin di lantai dua.

Pedagang busana muslim ini menambahkan selain undian, belum ada kepastian jumlah pedagang yang mau dipindah.

“Dong su pangkas-pangkas. Sedangkan sesuai kesepakatan terakhir itu 270 dari 330 lapak di sana,” terangnya.

Rencananya revitalisasi pasar mardika ini mulai berjalan pada Juni. Namun sampai saat ini tampak belum ada kesepakatan perpindahan pedagang ke pasar sementara. (PRISKA BIRAHY)