Unik, Remaja Waer Di Banda Bangunkan Sahur Pakai Organ Tunggal

by
Remaja masjid Al Falahulmubien Desa Waer, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah bangunkan warga sahur dengan cara bernanyi diiringi organ tunggal (1/6/2019). FOTO : Istimewa

TERASMALUKU.COM- Remaja Masjid (Remas) di Pulau Banda punya acara unik bangunkan warga sahur. Yakni bernyanyi dengan organ tunggal. Mereka adalah Remas Masjid Al Falahulmubien Desa Waer Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Berbekal satu buah keyboard mereka berkeliling di desa secara bergilir untuk membangunkan warga dengan suara merdunya. Lagu yang dimainkan berirama dangdut dan bernuansa Islami yang dijamin tidak bakal bikin emosi.

Seperti pada tayang video amatir yang memperlihatkan marbot masjid mengulang kata sahur dengan nada tinggi seperti sedang berteriak marah. Remas di Banda ini justru memilih cara lebih elegan nan menghibur.

Modal satu buah alat musik pemuda Waer Kecamatan Banda berkeliling bangunkan sahur

Cara membangunkan sahur anak-anak dari Desa Waer sambil bernyanyi ini merupakan tardisi turun temuran. Mereka berusaha mempertahanknnya sebagai sebuah warisan leluhur untuk mempererat tali persaudaraan warga di desa-desa.

“Ini moment yang pas buat kami mempererat tali silaturahmi dengan saudara-saudara di Pulau Banda Besar,” ujar Rihan Djempot, Ketua Remas Alfalahhulmubien Desa Waer, di sela -sela kegiatan sahur keliling di Desa Walang  Sabtu dini hari (1/6/2019).

Loading...

Peralatan mereka amat sederhana. Hanya satu buah keyboard dan mic. Namun semangat mereka jauh dari kata seadanya. Dalam sebuah video yang dibagikan kepada Terasmaluku.com,  tampak jalan penghubung desa yang tidak mulus dan gelap. Namun para pemuda Waer ini keukeuh melintasi desa dengan sepeda motor demi membangunkan warga sahur warga di desa-desa tetangga mereka.

Rihan bilang, kegiatan sahur keliling ini digelar di beberapa desa di Banda Besar. Yakni Desa Waer sediri, Lautang, Pagar Buton, Biyau dan Walang. Untuk mencapai desa – desa tersebut, mereka harus menempuh perjalanan darat  berkilo meter. Dan yang terjauh di Walang dan Biyau yang berjarak  3 kilometer dengan kondisi banyak bopeng.

Niat dan semangat merekapun mendulang dukungan dan apresiasi warga. Kebetulan Sabtu (1/6/2019) ini giliran Desa Walang. Seorang warga mempersilahkan para pemuda itu menggunakan teras rumah mereka untuk menggelar nyanyian organ tunggal di sana.

“Ini hal baik dan unik. Mereka (Remas) sangat semangat dan niat. Semoga bisa menular ke remaja lainnya,” kata anggota DPRD Maluku Tengah, Andan yang rumahnya dibangunkan sahur

Tak hanya Andan, aksi para pemuda bernyanyi membangunkan sahur pun berhasil menarik atensi warga. Sambil menunggu sahur, sebagian orang keluar rumah demi menonton aksi para pemuda itu dan tentu memberikan saweran bagi mereka. (RAF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *