UPDATE, Korban Bom di Gereja Katedral Makassar Jadi 20 orang

by
Personel Dokpol Polda Sulawesi Selatan membawa korban ledakan bom ke dalam mobil ambulans untuk dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Korban luka ringan hingga berat akibat ledakan bom di Gereja Katedral Makassar bertambah menjadi 20 orang, dan korban tewas berjumlah dua orang yang diduga pelaku bom bunuh diri. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/wsj.

Selain Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam, terlihat pula Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, dan sejumlah pejabat utama Polda Sulsel di RS Stella Maris.

Hamisah, istri salah satu korban Daeng Tampo (60), selaku petugas keamanan mengatakan, suaminya mengalami gagal pendengaran dampak dari ledakan bom tersebut.

“Iya, dia sekuriti di sana (Gereja Katedral). Waktu kejadian jauh ji dari lokasi. Tapi tidak bisa mendengar,” katanya pula.

Korban petugas keamanan (satpam) lainnya, diketahui bernama Cosman, terlihat mengalami luka bakar serius pada bagian wajahnya.

“Iya Pak namanya Cosman, sekuriti juga di gereja. Ini mau dibawa ke Bayangkara,” ujar keluarga korban, Jhon, di RS Stella Maris.

Sebelumnya, peristiwa bom bunuh diri terjadi Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar sekitar pukul 10.30 WITA, Minggu.

Kejadian tersebut di sela pelaksanaan ibadah Misa Minggu Palma. Polisi menyebut ada dua terduga pelaku. Satu dapat dikenali, dan satu lagi kondisi tubuhnya hancur. Namun, aksi pelaku sebelumnya dapat dicegah oleh pihak keamanan gereja, sehingga tidak sampai masuk ke dalam gereja setempat.

Pewarta : M Darwin Fatir/Antara
Editor : Budisantoso Budiman