Usai PSBB Jilid II, Sisa Dua Wilayah di Ambon Yang Zona Merah

by
Rapat koordinat gugus tugas evaluasi PSBB kedua, (18/7). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Pelaksanaan PSBB jilid pertama dan kedua buahkan kemajuan perubahan warna zonasi. Tepat dua minggu sejak kali pertama penerapan PSBB dua wilayah di Kota Ambon masuk ketegori kuning. Saat ini tersisa dua wilayah yang masih merah. Yaitu Batu Gajah dan Amahusu.

BACA JUGA : PSBB Transisi Ambon, Sejumlah Tempat Ini Masih Dilarang Dibuka

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Wendy Pelupessy  dalam rapat evaluasi PSBB bersama seluruh SKPD menjelaskan itu. Tercatat pada awal penerapan PSBB jilid II, 5 Juli 2020 ada empat (4) wilayah dari 50 kelurahan/desa/negeri di Kota Ambon.

“Awalnya itu ada 4 wilayah di kota Ambon dari 50 desa. Amahusu, Kudamati, Batu Gaja dan Negeri Soya. Sekarang tinggal 2 ini kemajuan yang baik,” jelas Wendy dalam rapat evaluasi di Hotel Marina Ambon, Sabtu (18/7/2020).

Data terbaru per 15 Mei tinggal Amahusu dan Batu Gajah masuk zona merah atau kategori risiko tinggi. Sementara Negeri Soya menjadi hijau atau kategori tidak terdampak dan Kudamati menjadi kuning kategori risiko rendah. Menurutnya perubahan signifikan itu terjadi lantaran keberhasilan interfensi medis serta kedisiplinan pembatasan pergerakan orang.

Selain itu ada indikator penentu lain yang digunakan dinas kesehatan untuk menjadi keberhasilan PSBB di setiap wilayah di Kota Ambon. Seperti penurunan kasus positif, kasus ODP dan PDP, kasus meninggal ODP dan PDP dan lain sebagainya.

Loading...

Lebih lanjut dia menjelaskan zona merah pada wilayah tersebut juga didasari atas perhitungan luasan wilayah populasi serta jumlah terkonfirmasi. “Iya orang pikir seperti Waihaong. Tapi kita lihat lagi, luas wilayah dan populasi di empat wilayah itu sangat kecil. Jadi kalau ada kasus transmisinya lebih cepat dan saat dimasukan ke program terbaca langsung zonanya,” lanjut dia.

Pemerintah kota menggunakan hitungan dengan mengambil rata-rata populasi orang 10.000 jiwa. Jika lokasi transmisi kecil dan populasi kecil maka tingkat penyebaran terbaca besar atau dengan kata lain masuk zona merah.

Saat ini tersisa hanya dua wilayah yang diharapkan akan segera berubah warnanya jika disiplin dan tepat penanganannya. “Katong harapkan perubahan ini cepat dengan adanya PSBB transisi bisa segera berubah jadi lebih baik,” tuturunya.

Pada kesempatan itu Walikota Ambon Richard Louhenapessy juga mengapresiasi kerja gugus tugas serta peran serta masyarakat selama penerapan PSBB. Bukan tak mungkin kedepannya Ambon benar-benar terbebas dari paparan Covid-19. “Tapi kita harus disiplin betul. Kalau lalai jalankan protokol bisa jadi kita balik lagi jadi zona merah dan PSBB lagi,” jelas Walikota. (PRISKA BIRAHY)

                                                                                                                                   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *