USAID APIK Pasang Displai Monitor Iklim dan Cuaca di Wassu dan Haruku

by

TERASMALUKU.COM,AMBON,-USAID APIK (Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan) memantau perkembangan alat monitor cuaca yang dipasang di Negeri Wassu dan Haruku, Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (20/8/2019).

Displai tersebut berisikan data tentang prakiraan cuaca yang berguna untuk membantu warga, nelayan pun pemilik kapal motor yang hendak melaut. Lokasi monitor pemantaua cuaca berada persis bersebelahan dengan Baileo negeri serta rumah pastori jemaat. Pada layar tersebut, warga dapat melihat pergerakan cuaca, iklim, gelombang pada hari itu juga dan dua haru kedepan.

USAID APIK – Chief of Party, Paul Jeffery yang hadir mengatakan informasi cuaca itu merupakan hasil kerja sama dengan BMKG Maluku. Informasi dihadirkan untuk memudahkan warga paham tentang cuaca serta dapat mengambik keutusan yang tepat.

 

“Kami tau ada masalah dari masyarakat bahwa ada kekurangan informasi cuaca dari. Displai ini dipasang supaya mereka lihat bagaiman sih cuaca hari ini dan dua hari kemudian. Supaya mereka bisa bikin keputusan. Kapan melaut, kapan aman, kapan jalan atau tidak keluar,” ucap Jeffry usai kunjungan dari dua negeri.

Pemasangan displai itu baru dilakukan pada sekitar Maret lalu. Pihaknya lebih dulu mempelajari dan mendata kebutuhan masyarakat. Selama ini ada kendala perihal membaca kondisi laut. 80 persen aktifitas warga negeri Wassu menggunakan moda transportasi laut. Mata pencarian mereka pun juga sebagai nelayan.

Perubahan iklim acap kali jadi kendala mereka memperkirakan kondisi laut pada hari itu. dalam kunjungannya tadi, warga ada yang menjelaskan jika selama ini mereka hanya menggunakan prakiraan kondisi secara kasat mata atau dalam Bahasa setempat disebut nanaku.

“Respon dari masyarakat sangat bagus dan mereka pakai terus,” jelasnya. Monitor displai itu menjadi acuan yang amat membantu segala aktifitas di laut warga Negeri Wassu. Apalagi  80 persen moda transportasi yang digunakan warga adalah perahu motor.

Batje Salakory, salah seorang warga yang hadir pun membenarkan itu. Negerinya menjadi satu-satunya daerah di Pulau Haruku yang tidak memiliki jalan darat antar kampung. Semua aktifitas mengandalkan transportasi laut.

“Jalan untuk tembus ke kampung sebelah, Aboru atau Negeri Oma tidak ada. Kalau ada yang sakit atau apa semua pake speed boad,” beber dia. Mau tak mau warga negeri amat bergantung pada laut.

Itulah yang menjadi salah satu alasan, Wassu dipilih sebagai percontohan proyek dari USAID APIK bersama Negeri Haruku. Monitor display serupa juga dipasang pada dermaga negeri Haruku. Layar monitor berupa televisi berisikan informasi cuaca dari BMKG yang dapat dilihat warga setiap hari.

Mereka berharap progam ini terus berlanjut dan bisa jadi contoh ke negeri-negri lain di Maluku. Tak hanya itu, pemasangan displai juga diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah. Ini hanyalah modal awal bagi masyarakat.

Besar harapan agar pengoperasian dan pemeliharaan display dapat dianggarkan dalam dana desa dan dikelola secara baik bersama masyarakat dan pemerintah setempat. (PRISKA BIRAHY)