Usulan Mitigasi Virus Corona Untuk Maluku Oleh : Ferry Rangi Dosen Antropologi IAKN Ambon

by
Ferry Rangi Dosen Antropologi IAKN Ambon. FOTO : DOK. PRIBADI

BENCANA non alam virus Corona melanda dunia. Meski terkesan lamban, Presiden Jokowi telah mengambil langkah antisipasi penyebaran pedemi virus Corona dengan menetapkan status bencana  nasional disertai dukungan keuangan dan lembaga teknis. Kebijakan ini diikuti oleh beberapa pejabat daerah untuk  melakukan lockdown. Istilah lockdownsebelumnya digunakan untuk tahanan di penjara Eropa. Yakni, suatu tindakan isolasi terhadap tahanan untuk membatasi ruang gerak mereka.

Sanksi ini dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, seperti; karena mencoba atau telah melarikan diri dan tertangkap, atau jika terjadi kerusuhan di dalam penjara dan lain sebagainya. Dalam konteks pedemi virus Corona, lockdown bagian dari mitigasi –yakni upaya kesiapsiagaan agar pedemi virus korona tidak berdampak luas dengan cara isolasi atau “dirumahkan”-. Meski telah jatuh korban, kebijakan tersebut perlu diapresiasi. Karena, bencana terburuk dapat terjadi akibat lalai mengambil tindakan pencegahan.

Tulisan ini berupa opini sebagai bahan pertimbangan dan diskusi jika langkah mitigasi semisal lockdown mesti diambil oleh pemerintah Kota Ambon atau Propinsi Maluku dalam rangka menangkal atau mempersempit penyebaran pedemi virus Corona. Pertama, pemerintah Propinsi, Kota dan Kabupaten perlu menetapkan status bencana non alam virus Corona berdasarkan data-data valid dari instansi terkait yang dianggap kredibel. Berdasarkam status tersebut disiapkan langkah-langkah mitigasi atau ke tahap penanganan dan pemulihan penyintas.

Kedua, pemerintah dalam mengambil kebijakan mitigasi perlu pertimbangan secara geografis, ekonomi-politik, sosial dan budaya serta berpihak pada kelas bawah yang menjadi mayoritas masyarakat. Secara geografis. Propinsi Maluku terdiri dari pulau-pulau yang terpisah oleh laut. Secara umum, penghubung antar pulau ditempuh dengan menggunakan alat transpotasi laut, meski sebagian pulau dapat dijangkau dari Kota Ambon menggunakan transportasi udara. Langkah-langkah antisipasi menjaga agar pelabuhan dan bandara serta terminal tetap steril dianggap penting dan prioritas.

Khususnya Kota Ambon, secara ekonomi warga bergantung pada sektor jasa, baik itu; sebagai tukang ojek, angkutan umum, pelayan restoran, pegawai swasta dan BUMN serta ASN. Mata pencaharian untuk kehidupan sehari-hari sebagian masyarakat sangat bergantung pada aktivitas di luar rumah. Sementara itu, kebutuhan pangan masyarakat kota hampir sepenuhnya bergantung pada pasokan dari pulau-pulau lain yang terdekat menggunakan transportasi laut. Pasokan pangan dari hulu hingga pasar rakyat di Kota Ambon sepenuhnya dikerjakan oleh kelas bawah, baik itu; petani, nelayan, pedagang dan lain sebagainya.

Loading...

Olehnya, selama kebijakan mitigasi seperti lockdown dianggap perlu dilakukan, Pemerintah Daerah mesti menjamin agar pasokan pangan dan aktivitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tetap berjalan dengan baik, dengan ketentuan memastikan steriliasi seperti pengunaan masker, penyemprot anti virus dan lain sebagainya. Langkah-langkah ini dilakukan dengan mengerahkan sumber-sumber daya pemerintah dan partisipasi secara sadar masyarakat akan resiko yang dihadapi. Ketiga, bahwa masyarakat memiliki kemapuan ekonomi dan pengetahuan yang level berbeda di setiap lapisan masyarakat. Hal ini berpengaruh pada akses masyarakat terhadap informasi yang benar dan pilihan tindakan yang diambil berdasarkan informasi dan pengetahuan yang dimilikinya.

Olehnya, Pemerintah mesti menyediakan layanan informasi dan laporan situasi satu pintu yang cepat, efektif dan up to date dengan memanfaatkan teknologi yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas hingga ke pulau-pulau terpencil. Keempat, Pemerintah mempertimbangan momen-momen tertentu dimana kosentrasi masyarakat  berkumpul dengan menyedikan sarana prasarana sterilisasi umum. Bahwa, dalam waktu dekat umat Kristiani akan memperingati Sidi, jum’at agung dan paskah. Dan umat Muslim akan melaksanakan ibadah puasa dan lebaran.

Momentum paskah dan lebaran dimana masyarakat akan bertemu dalam rumah Ibadah atau ruang publik untuk merayakan hari khusus keagamaan. Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh Pemerintah, seperti menyediakan sumber air bersih yang cukup, cairan pembersih tangan, masker dan penyemprot anti virus di rumah-rumah ibadah dan lokasi perayaan berlangsung. Kelima, mendorong dan membangun solidaritas masyarakat. Salah satu pesan penting dari peristiwa Wuhan ketika menghadapi masa-masa darurat bencana virus Corona adalah partisipasi aktif warga negara Cina untuk saling membantu saudaranya di Wuhan sesuai dengan kemampuannya.

Saat seluruh aktivitas warga Wuhan diisolasi (lockdown), pemerintah pusat mengirim militer, para ahli dan tenaga medis untuk melakukan tindakan penanggulangan bencana. Dalam hitungan hari mereka mampu membangun rumah sakit, khusus menangani penyintas positif virus korona. Petani-petani di desa yang wilayahnya dianggap aman dari virus Corona, mengirimkan hasil pangannya ke Wuhan agar pasokan pangan penyintas dan para relawan tetap terpenuhi. Warga lain saling membantu menyumbang uang, masker dan lain sebagainya ke Wuhan. Solidaritas seperti ini sangat membantu upaya pemerintah menanggulangi bencana. Hasilnya, Cina berhasil menangani bencana di dalam negerinya. Dan saat ini, relawan medis Cina sedang membantu saudara peyintas di Italia.

Salam,  semoga warga Maluku tetap sehat dan sejahtera.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *