Usung Konsep Unik, Kafe Ini Tidak Sediakan Sedotan Plastik

by
Fahmi Latukau salah seorang pemilik kedai yang serius menggarap kafe dengan konsep unik tanpa plastik seperti penggunaan sedotan bahan stainless dan meja dari eco brick (4/4). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Pemakaian sedotan plastik berlebih menyumbang sampah terbanyak di laut. Tapi bagi sebagian orang minum tanpa sedotan terasa ganjil. Namun pada sebuah tempat nongkrong di Ambon, pengunjung justru tidak diberi sedotan plastik. Peralatan makan hingga eksterior seperti meja kursi pun merupakan barang bekas yang dapat digunakan kembali (reusable).

Kedai Folk, tempat nongkrong berkonsep unik ini berani membuktikan gerakan tanpa plastik secara lebih nyata. Penggunaan peralatan di kedai hasil inisiasi komunitas pecinta alam Lestari, diupayakan tidak berbahan plastik. Salah satunya mengganti sedotan plastik dengan yang berbahan stainless steal.

Fahmi Latukau, salah satu pemilik kedai menyebut konsep kafe ramah lingkungan dan sustainable merupakan cara mereka merawat alam. “Kami memang tidak pakai plastik. Bahan plastik terurai lama di alam. Apalagi sedotan, paling banyak di laut,” jelasnya kepada Terasmaluku.com Kamis siang (4/4/2019).

Konsep unik memanfaatkan gaba-gaba material bangunan dari alam pada kafe tema alam

Untuk diketahui penggunaan sedotan plastik paling tinggi di Indonesia mencapai 93,2 juta uni. Berdasar dari divers clean action panjang barisan sampah sedotan selama seminggu mencapai 117, 449 Km atau setara tiga kali keliling bumi. Serta sampah plastik di Indonesia mencapai 1,29 juta ton per tahun. Atau dengan kata lain 86 % sampah plastik di dunia berasal dari asia termasuk indonesia.

Siang itu kami memesan tiga jenis minuman dan satu porsi makanan. Mereka datang dengan wadah gelas kaca serta sedotan stainless. Para pengunjung lain pun dilayani dengan peralatan minum yang sama; no plastic.

Sedangkan pesanan makan dibungkus dengan wadah karton dan diwadahi plastik tembus pandang. “Kalau yang ini baru katong pake plastik. Tapi bukan sembarang plastik. Ini mudah terurai,” celetuknya. Kami sempat kaget saat dia menyodorkan sekantong plastik. Namun pikiran buruk yang sekelebat muncul itu luruh.

Mengganti sedotan dengan bahan yang bukan plastik diharapkan data mengurangi sampah yang ada di laut

Dari Fahmi, kami tahu jika plastik pembungkus tadi berbahan kasbi atau singkong. Itu merupakan salah satu inovasi di bidang lingkungan oleh seorang anak Indonesia berbakat. Mereka serius memesan dan memakai kantong tersebut untuk menjaga prinsip ramah lingkungan serta mengedukasi tiap pengunjung yang datang.

Salah satu kafe unik di Ambon itu juga menggunakan meja kursi dari bahan-bahan alami serta barang bekas. Seperti kursi dari gaba-gaba, meja dari bekas cool box, ban mobil bekas dan eco brick. Pada berbagai sudut juga sengaja ditulis ‘say no to plastic’ seperti sebuah skema mencuci otak. Siapapun yang masuk ke area kedai bakal teringat dengan pesan baik itu.

“Beta suka ke sini, sejuk, murah dan ajak katong untuk tidak pakai sedotan plastik,” jelas Lela Laturua seorang pengunjung. Pepohonan rindang dan konsep kafe di tempat terbuka menjadi daya tarik tersendiri. Lela begitu juga dengan pengunjung lain bisa menikmati sensasi baru sambil praktik mencintai alam lewat cara sederhana. Mereka para pendiri kedai berharap kampanye tanpa plastik perlahan dapat merubah perilaku dan ditiru oleh orang yang datang ke sana. (PRISKA BIRAHY)