Usut Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan di Tawiri, Penyidik Kejati Garap Sejumlah Saksi Termasuk Raja dan Mantan Raja

by
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Sammy Sapulette. Foto : Dok Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM-AMBON-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi pembebasan lahan untuk rencana pembangunan dermaga dan sarana inrastruktur pendukung operasional Pangkalan TNI-AL IX di Desa Tawiri, Kecamatan Teluk, Ambon.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette mengatakan, dalam penyelidikan dugaan kasus tipikor ini setidaknya sudah lima orang saksi telah dimintai keterangan termasuk Raja Tawiri dan Mantan Raja Tawiri.

Mereka dimintai keterangan sejak awal pekan ini. Mereka yang dimintai keterangan adalah YNT yang merupakan raja (kepala desa) Tawiri, JT selaku mantan raja, kemudian pemilik lahan berinisial JRT ditambah kepala urusan umum Desa Tawiri berinisial SR dan MAP selaku kepala urusan pemerintahan desa.

“Dalam penyelidikan jaksa, dan sejauh ini masih dilakukan permintaan keterangan sejumlah pihak terkait,”kata Sapulette di Ambon, Rabu (10/2/2021) sebagaimana dikutip dari antaranews.com.

Permintaan keterangan terhadap para saksi dilakukan oleh jaksa penyidik IGD Widhartama, YE Almahdaly, dan Novita Tatipikalawan dengan menyodorkan belasan hingga puluhan pertanyaan pada waktu yang berbeda-beda.

“Jaksa terus lakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi anggaran pengadaan lahan di Desa Tawiri tahun anggaran 2016 dan 2017 dengan meminta keterangan sejumlah pihak sebagai saksi dalam perkara ini,”sambungnya.

Dia menambahkan, permintaan keterangan para saksi masih terus dilakukan untuk mendapatkan alat bukti maupun dokumen yang kuat agar dapat dilaksanakan gelar perkara guna menentukan apakah terdapat unsur-unsur dugaan tindak pidana korupsi dalam perkara ini yang bisa dibuktikan atau tidak. (Ruzady)