Vaksinasi Covid-19 Massal Guru PAUD-TK di Kota Ambon

by
Peserta vaksinasi covid-19 dari kalangan guru PAUD-TK di Kota Ambon Jalani pemeriksaan sebelum disuntik vaksin di Sporthall Karang Panjang, (9/3). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Para guru PAUD, TK, sekolah minggu serta taman baca Al-Quran hari ini jalani vaksinasi covid-19 tahap pertama. Vaksinasi berlangsung di gedung sport hall Karang Panjang, Ambon sejak pukul 10.00 WIT, Selasa (9/3/2021).

Para guru yang sejak pagi datang itu menempati tribun di sisi kanan dan kiri. Sementara bagian tengah gedung diisi oleh pera tenaga kesehatan dan dokter yang duduk berjajar.

Mereka dibagi ke dalam 10 lajur. Tiap lajur ditempat oleh minimal lima petugas. Mulai dari petugas pendaftaran, skrining, vaksinasi hingga meja observasi.

Mike, seorang peserta jalani vaksinasi bersama ratusan guru lain di Kota Ambon

Para tenaga kesehatan juga bertugas menenangkan para guru sebelum divaksin. Pasalnya beberapa ada yang gagal di tahap skrining dan harus mengulang. Salah satu alasannya yaitu tekana  darah yang rendah. Sedang rerata para guru cukup siap dan sukarela jalani vaksinasi.

Mike, guru TK Citra Kasih mengatakan dirinya sempat takut dan deg-degan. Namun perasaan itu keburu hilang sebab dirinya ingin segera beraktivitas di sekolah.

“Vaksin supaya katong terlindungi. Nantinya beta juga aman saat ketemu dengan anak-anak atau saat sekolah sudah mulai. Orang tua juga tenang karena semua terlindungi,” katanya usai menerima vaksinasi covid-19 bagi para guru.

Dia juga berujar saat vaksin tidak ada rasa apapun. Proses penyuntikan berjalan cepat tanpa sakit. Setelah itu peserta vaksin menunggu selama 30 menit untuk diobservasi.

Meski begitu ada beberapa peserta yang tampak tegang. Bahkan terlihat menggenggam tangan dokter yang akan menyuntik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Wendy Pelupessy mengatakan ini merupakan faksinasi massal pertama bagi guru tingkat PAUD dan TK. Setelah ini akan diteruskan ke tingkat SD dan SMP serta tenaga kependidikan yang lain.

“Hari ini katong target 615 guru. Nanti setelah ini baru kita rekap lagi jumlahnya,” terang Wendy kepada wartawan saat memantau vaksinasi guru. (PRISKA BIRAHY)