Vaksinasi Pendidik Target Dapat 6.000 Guru

by
Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler membuka vaksinasi massal kapada guru PAUD-TK di sport hall Karang Panjang, (9/3). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Vaksinasi bagi para pendidik menyasar sekitar 6.000 guru.

Sesuai pernyataan menteri pendidikan proses belajar di sekolah rencana mulai pada Juni. Untuk itu setiap daerah telah menata semua kesiapan sebelum sekolah tatap muka nanti.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Wendy Pelupessy mengatakan vaksinasi guru tahap satu massal ini ada 615 orang. Akan ada vaksinasi berikut bagi seluruh guru PAUD hingga SMP di Kota Ambon.

“Hari ini ada 600-an tergantung yang datang. Jumlah guru TK-SMP itu ada 5.100 orang. SD 3.000 orang,” jelas Wendy. Sementara untuk jumlah guru SMA di atas 1.000 orang. sehingga total vaksin yang dibagikan berkisar 5.000-6.000 ampul.

Sementara untuk tahap kedua, kata Wendy, vaksinasi menyesuaikan dengan jumlah vaksin. Jatah di Ambon vaksin sebanyak 11.900.

Vaksin ini diharapkan dapat mempercepat proses belajar tatap muka berjalan aman. Pasalnya sudah lebih dari setahun warga Kota Ambon berada dalam kondisi belajar yang tidak kondusif.

Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler mengatakan, vaksinasi ini dilakukan untuk mempersiapkan para tenaga guru dalam menghadapi pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 mendatang sesuai dengan arahan Pemerintah pusat.

“Kita harus siap dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat, salah satunya pembelajaran tatap muka ini,” katanya. Dia berharap, para pelayanan publik di Kota Ambon secara keseluruhan bisa divaksin.

Ada sebanyak 6.000 tenaga guru yang akan divaksin sesuai daftar. Vaksinasi kepada guru juga didasar pada tingkat kerentanan paparan virus.

“Para tenaga guru ini harus divaksin karena mereka rentan terpapar virus Covid-19. Yang namanya pelayan publik perlu vaksin untuk menguatkan kekebalan tubuh mereka terhadap virus,” ujarnya.

Vaksinasi kepada pelayan publik lain telah dilakukan pada 8 – 20 Maret 2021 di sport hall. Vaksinasi massal ini dimaksud untuk segera memutus mata rantai Covid-19. (PRISKA/ALFIAN)