Vanath Bertanya ke Murad Soal Polisi Pasang Baliho, Ini Jawaban Murad

by
Pasangan Nomor Urut 1, Said Assagaff - Andareas Rentanubun (SANTUN), Nomor Urut 2, Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO) dan Nomor Urut 3, Herman Koedoeboen- Abdullah Vanath (HEBAT) mengikuti debat publik putaran kedua yang digelar KPU Maluku di Gedung Siwalima Ambon, Rabu (20/6/2018) malam. FOTO : ALFIAN SANUSI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Ada yang menarik dari debat publik putaran kedua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yang digelar KPU Maluku di Gedung Siwalima Ambon, Rabu (20/6/2016) malam. Dalam debat ini Calon Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath bertanya kepada Calon Gubernur Maluku Murad Ismail yang berpasangan dengan Barnabas Orno atau BAILEO.

Vanath berpasangan dengan Herman Koedoeboen atau HEBAT itu melontarkan pertanyaan ke Murad soal adanya anggota polisi yang memasang baliho BAILEO. “Saya punya gambar ada polisi yang pasang baliho (BAILEO) di kampung-kampung. Pertanyaan kepada Pak Murad sebagai mantan Kapolda, bagimana tanggapan bapak terhadap ini,” tanya Vanath.

Lalu apa kata Murad. Murad, mantan Kepala Korps Brimob Polri ini tidak menjawabnya.”Sebenarnya saya tidak perlu menjawab (pertanyaan) ini, ini sudah diluar dari konteks,”kata Murad. Murad lalu melanjutkan penjelasannya. Menurutnya, Vanath selama ini  sering memojokan dirinya.”Pak Vanath ini selama sepuluh tahun menjadi Bupati SBT apa yang dibuat ya, selama memimpin hampir semua SKPD masuk penjara. Pak Vanath tidak ingat saya ya,”kata Murad.

Murad saat ditemui sejumlah wartawan usai debat  mempertanyakan keabsahan foto yang disampaikan Vanath saat debat  itu.”Foto itu betul atau tidak, kita tidak tahu. Itu kan hanya foto kopinya saja,” katanya. Murad juga mengatakan tidak pernah memerintahkan anggota kepolisian untuk memasang alat peraga kampanye miliknya di daerah manapun.

Loading...

Sementara itu Vanath mengaku tidak hanya bukti yang ditunjukan dalam debat saja, melainkan masih mengkantongi beberapa dokumen lain berisi pelanggaran kampanye oleh pasangan Baileo.”Foto ada, saya sudah bilang kita punya beberapa dokumen lain lagi, yang tadi itu hanya salah satunya saja,” ujar Vanath.

Ditanya lokasi pengambilan gambar pemasangan baliho  kampanye yang diduga melibatkan oknum anggota polisi, Vanath memilih tidak berkata apapun. Namun dia mengaku, sudah melaporkan pelanggaran tersebut kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku. “Sudah kami laporkan ke Bawaslu. Tanya saja nanti ke Bawaslu,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Maluku Abdulah Ely membantah laporan Vanath itu.”Sampai saat ini, belum ada informasi apapun atau temuan laporan dari masyarakat terkait hal ini,” kata Elly. Ketua KPU Maluku, Ahmad Rifan Kubangun mengatakan, pertanyaan Vanath telah keluar dari tema debat publik yakni Pembangunan SDM dan Pengelolaan SDA Maluku yang diusung KPU Maluku. Pertanyaan itu menurutnya  termasuk melanggar tata tertib yang telah ditentukan.”Kami menginginkan jalannya debat ini fokus pada penyampaian visi dan misi sesuai tema yang diusung. Jadi aksi ini sangat kami sayangkan,” katanya.

Dia meminta kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan aksi tersebut. Para pemilik suara diminta untuk menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani demi Maluku yang lebih baik. Debat Publik putaran kedua ini mendapat ketat pengawalan ratusan aparat TNI/Polri.(IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *