VCO dan Teh Aroma Pala Dari Mamala, Jazirah Leihitu

by
Pembuatan teh aroma pala dan jenis teh lain dilakukan secara swadaya di rumah Raja Mamala. FOTO : BIR (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Maluku sejak dulu dikenal dengan alam yang indah. Tak hanya untuk dinikmati mata, tapi juga rasa. Hasil hasil laut yang berlimpah, ikan segar yang diekspor hingga mancanegara, juga hasil hutan yang tabuang talempar. Dari hutan di gunung gunung keluar aneka kekayaan alam. Seperti di Negeri Mamala Kecamatan Leihitu Kabupaten  Maluku Tengah. Hutan Mamala yang begitu luas dan besar jadi lahan subur bagi ribuan pohon kelapa.

Maka wajar bila produksi buah kelapa di Mamala jadi yang paling banyak dan melimpah di Jazirah Leihitu. “Hutan di negeri Mamala ini sampai ke Paso. Sangat besar,” sebut Raja Negeri Mamala, Ramli Malawat kepada Terasmaluku.com di kediamannya, Jumat (4/5/2018) siang. Bila ada hajatan di desa sekitar, warga di sana kerap datang ke Mamala untuk mengambil buah kelapa. Hal itu yang kemudian mendorong Fauziah Malawat – Soulisa untuk menciptakan ide baru dari bahan baku kelapa.

Salah satu produk unggulan khas Mamala Virgin coconut oil yang jernih dan tak berbau.

Selama ini buah kelapa hanya dimanfaatkan warga sebagai  bahan memasak atau membuat aneka kue. Namun dengan jumlah yang melimpah di hutan, kelapa-kelapa Mamala lebih banyak terbuang sia-sia. “Beta coba belajar dan buat sesuatu dari kelapa. Sempat ngobrol dengan ibu bupati dan idenya waktu itu bikin VCO,” jelas Fauziah.

VCO atau virgin coconut oil merupakan ekstraksi buah kelapa berupa minyak murni yang diproses dengan suhu rendah.Minyak kelapa murni ini punya berjuta manfaat. Mulai dari manfaat kesehatan dan kecantikan. Seperti memcegah rontok, kelembaban kulit, hingga menjaga kekebalan tubuh. Itu lantaran kandungan asam lemak sedang yang mudah diserap tubuh lalu diolah menjadi energi dan bukan kolesterol. Tak heran harga jual VCO di pasaran lebih tinggi dibanding minyak kelapa biasa yang dipakai untuk menggoreng.

Meski tinggal jauh dari pusat kota, Fauziah mencoba berinofasi untuk hasilkan produk unggulan terbaik dari alam Mamala. “Beta belajar buat VCO ini dari YouTube saja. Tiap malam buka hape lalu liat orang barat tu dong bikin VCO,” aku perempuan yang baru menetap di Mamala sekitar dua tahun itu. Berbekal video tutorial, dia membuat VCO sendiri di rumah. Dari 20 buah kelapa hasilkan 12 botol ukuran 125 mililiter. Prosesnya pun dengan alat seadanya.

loading...

Agar hasil akhir jernih dan tidak berbau, dia memanaskan hasil minyak setengah jadi menggunakan lilin. Kemudian disaring ke dalam botol menggunakan kapas dan batu alam khusus untuk menyerap sisa kotoran.“Sudah tiga bulan dia tidak berbau tengik sama sekali. Radanya juga manis, mungkin karena ini kelapa hutan jadi enak,” sebutnya saat ditemui di rumah pribadinya samping rumah raja.  Selain VCO, perempuan yang pandai membuat roti ini juga membikin produk baru yang khas dari Mamala. Teh aroma pala.

Bahan baku utama yakni buah pala yang melimpa di Mamala. Saat Terasmaluku.com menyambangi kediaman, Fauziah dan beberapa anggota PKK Amalatu Mamala tengah mengemas teh ke dalam kantong kantong teh. Teh aroma pala merupakan salah satu program yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku. Tiap kali musim, pala banyak terbuang atau tak habis dijual. Karena itu para ibu diajak untuk memanfaatkan hasil pala tersebut. Untuk mendapat rasa teh pala yang pas dan nikmat ada serangkaian proses.

Pala yang telah dihaluskan dijemur kering. Setelah itu dicampur dengan daun teh. “Bisa tambah melati atau vanila biar ada rasa segar sedikit,” katanya. Berbekal pelatihan itu mereka kini aktif memroduksi teh pala juga beberapa jenis teh lain untuk kesehatan. Bahan bahan alami yang tumbuh di Mamala itu diramu dengan baik dan jadi produk khas terbaik. Pemasaran dan penjualan produk Mamala itu melalui linimasa instagram. Menurutnya usaha masa kini lebih maju dengan startegi pemasaran Online. (BIR)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *