Wagub Ingin Orang Maluku Tidak Bergantung Pada Beras

by
Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno, ingin dorong ketahanan pangan lokal dengan tidak bergantung pada baras (4/7). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON,-Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno bakal mendorong ketahanan pangan lokal. Sedangkan beras cukup disalurkan pada daerah-daerah transmigrasi.

Cara itu tak lain agar kualitas pangan daerah naik. Maluku dinilainnya seperti meninggalkan makanan khas berumbi yang tumbuh sarat. Orang Maluku malah lebih bergantung dengan beras. Hingga ada sebutan jika sehari tak makan beras rasanya belum makan.

Padahal ubi juga sumber karbohidrat yang low-glycemic index (GI). Artinya indeks peningkatan gula darah dari sumber karbohidratnya amat rendah bila dibandingkan beras. Atau secera sederhana, konsumsi makanan yang low-GI tidak mudah gemuk.

Saat memberi sambutan pada pelantikan Duta Parenting Rabu (3/7/2019), wagub menyebut ketergantungan pada beras dapat berakibat kurang gizi pada anak. Padahal karakter wilayah Maluku kaya dengan hasil tanah sehingga tidak perlu menunggu ada beras untuk dikonsumsi keluarga.

“Ubi di kita banyak, kenapa harus terus-terus makan nasi. Kita dorong ketahanan pangan di Maluku. Beras cukup di daerah transmigrasi saja,” ucapnya dalam sambutan acara ‘Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Penobatan Duta Parenting Provinsi Maluku’ di auditorium Universitas Pattimura Ambon.

Pernyataan itu dibuat untuk mengarahkan para ibu juga anggota PKK yang hadir agar mulai gencar mengutamakan sajian pangan lokal. Pria yang akrab disapa Abas itu memastikan bahwa ubi punya kandungan nutrisi kompleks dan mudah diserap tubuh.

Hal itu dapat diterapkan kepada anak-anak sejak dini. Abas berharap agar masyarakat lokal yang tinggal jauh dari pusat kota tidak perlu terlalu bergantung pada beras. Sementara sekitar rumah, ubi tumbuh melimpah.

“Saya akan bicarakan itu dengan  pak gubernur. Supaya kita kembali ke pangan lokal. Tidak perlu terlalu makan beras. Saya juga makan ubi,” jelas Abas. (PRISKA BIRAHY)