Wagub Minta Bupati Bursel Temui Gubernur Selesaikan Masalah

by
Wagub Maluku bersama Bupati Bursel saat membuka MTQ Provinsi Maluku di Namrole, Minggu (30/4). FOTO : (TERASMALUKU.COM)

NAMROLE-WAKIL Gubernur (Wagub) Maluku Zeth Sahuburua minta Bupati Buru Selatan (Bursel) Tagop Sudarsono Soulisa untuk menemui Gubernur Maluku Said Assagaff menyelesaikan kesalapahaman yang terjadi antara keduanya. Wagub menyatakan apa yang terjadi antar Gubernur dengan Bupati Bursel hanyalah masalah miskomunikasi, kesalahan pengertian semata terkait permintaan untuk membuka MTQ ke XXVII Tingkat Provinsi Maluku di Kabupaten Bursel.

“Dan saya minta kepada Pak Bupati pada saatnya nanti datang ke Bapak Gubernur untuk kita selesaikan semuanya. Apa yang terjadi (Gubernur dan Bupati) hanya masalah miskomunikasi saja,” kata Wagub mengakhiri sambutan saat membuka pelaksanaan MTQ XXVII Tingkat Provinsi Maluku di Kota Namrole Kabupaten Bursel pada Minggu (30/4) malam.

Permintaan Wagub ini langsung disambut tepuk tangan para undangan VIP di Tribun Arena MTQ, termasuk Bupati yang didampingi istrinya. Hal yang sama juga dilakukan Wakil Bupati Ayub Saleky bersama istrinya yang duduk bersebelahan dengan bupati.Sejumlah kepala daerah yang hadir seperti Walikota Tual Adam Rahayaan,Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga, Bupati MBD Barnabas Orno juga memberikan tepuk tangan atas permintaan Wagub itu.

Seperti diketahui, jelang pembukaan MTQ hubungan gubernur dan bupati agak memanas.Gubernur dikabarkan marah karena yang datang menemui gubernur untuk permintaan membuka MTQ di Bursel bukan bupati, melainkan Wakil Bupati Ayub Saleky yang juga Ketua Panitia MTQ di Bursel. Buntutnya, gubernur memilih tidak datang ke Namrole, membuka MTQ, hanya Wagub yang datang.

Wagub Sahuburua menyatakan, gubernur sangat sayang dengan masyarakat dan Kabupaten Bursel. Karena masyarakat di Kabupaten Bursel adalah rakyatnya dan bagian dari Maluku serta NKRI. Karena itu tidak perlu dipersoalkan lagi ketidakhadiran gubernur membuka MTQ, apalagi dipolitisir lagi.

“Saya mau bilang kepada seluruh masyarakat Bursel, Pak gubernur dan saya, kami sangat sayang dan cinta Bursel dan masyarakatnya, karena Bursel bagian dari Maluku dan NKRI. Kami akan memberikan perhatian pembangunan yang lebih untuk Bursel sama seperti daerah lainnya,” kata Wagub.

Menanggapi permintaan wagub ini, Bupati Tagop menyatakan, dia sangat menghormati Gubernur Maluku Said Assagaff. Bagi Tagop, Said Assagaff tidak sekedar gubernur, tapi ia sudah menganggap sebagai orang tua. Tagop juga menyatakan, sama sekali tidak memiliki masalah dengan gubernur. Lalu bagimana dengan permintaan Wagub untuk menemui gubernur.

“Nanti dulu setelah ini, mungkin belum sekarang ya, kita cari waktu yang tepat. Tapi saya mau katakan, saya tidak ada masalah dengan Pak Gubernur. Saya menghormati beliau sebagai gubernur, beliau sudah saya anggap sebagai orang tua saya,” tutur Tagop.

Bupati  juga sependapat dengan Wagub kalau masalah yang terjadi antara dirinya dengan gubernur hanyalah miskomunikasi semata. Tagop menilai ada pihak – pihak tertentu, yang memberikan informasi kurang sejuk sehingga membuat suasana gubernur dengan dirinya kurang baik.  “Ini masalah miskomunikasi saja, mungkin ada informasi yang kurang bagus sampai ke beliau,” katanya.

Ia berharap hubungannya saat ini  dengan gubernur tidak dikaitkan dengan sikap politiknya yang akan maju dalam pertarungan Pilkada Maluku 2018. Dimana Gubernur Maluku saat ini akan maju juga dalam Pilkada nanti.  Bupati mengakui hanya Wakil Bupati Bursel yang menemui gubernur untuk meminta kesedian membuka MTQ.  Saat itu menurut bupati, gubernur sempat  menolak  menemui perwakilan dari Bursel itu.

Gubernur saat itu juga meminta bupati ikut  bersama Wakil Bupati menemuinya. Namun menurut Bupati Tagop, karena saat itu ia sudah berada diatas pesawat menuju Jakarta, sehingga tidak bisa menemui gubernur. “Waktu diminta menemui Pak Gubernur, saya sudah diatas pesawat, tidak mungkin lagi saya turun temui beliau. Sebelumnya saya sudah ketemu beliau untuk paparkan persiapan MTQ, sehingga saya kira tidak perlu lagi menemui beliau,” kata Tagop.

Sementara itu, sebelum membacakan sambutan tertulis Gubernur, Wagub juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Pemprov Maluku kepada masyarakat Bursel atas ketidakhadiran Gubernur untuk membuka MTQ tingkat Provinsi Maluku. Menurutnya, Gubernur dan Wagub itu adalah satu. Baginya, jika Wagub yang datang maka itu sama halnya juga dengan gubernur.

Karena itu ia minta ketidakhadiran gubernur membuka MTQ jangan dipersoalkan, apalagi dipolitisir, karena sebagai kepala pemerintah di Maluku, gubernur juga memiliki tugas dan tanganjawab besar. Meski tidak hadir namun Wagub menyatakan, semangat gubernur ada bersama warga Bursel tersebut saat MTQ, karena sambutan yang dibacakannya adalah sambutan gubernur.

“Meski fisik tidak ada, tapi semangat Pak Gubernur  ada bersama kita. Karena sambutan ini adalah sambutan Pak Gubernur yang akan saya bacakan. Pak Gubernur dan saya sangat sayang dan cinta  Bursel dan masyarakatnya, karena itu mohon maaf atas ketidakhadiran beliau,” kata Wagub.

Penjelasan Wagub ini menanggapi Wakil Bupati Bursel, yang dalam sambutannya menyatakan kecewa dengan gubernur karena tidak membuka MTQ Provinsi Maluku itu. “Jujur kami mau bilang, kami dan masyarakat Bursel kecewa karena bapak Gubernur tidak menghadiri untuk membuka MTQ Provinsi Maluku di Bursel, padahal kami menghormati dan mengharapkan kehadiran beliau,” kata Saleky. (ADI)