Wagub : Momentum HPN Untuk Angkat Harkat Martabat Maluku

by
Kepala Bappeda Maluku Antonius Sihalohu, bersama Wakil Gubernur Zeth Maluku Zeth Sahuburua, duduk dalam dialog yang dipandu Alfito Deannova dari CCN Indonesia.

TERASMALUKU.COM,AMBON-Wakil Gubernur (Wagyb) Maluku Zeth Sahuburua mengatakan, pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) Februari  2017 di Kota Ambon, Maluku adalah bagian dari momentum untuk mengangkat kembali harkat dan martabat masyarakat Maluku. Dengan tujuan agar Provinsi Maluku dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan provinsi lainnya di Indonesia.

“HPN ini kita gunakan sebagai suatu momentum untuk mengangkat kembali harkat dan martabat masyarakat Maluku, supaya kita duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan seluruh provinsi lain yang ada di Indonesia,” kata Sahuburua dalam sambutannya saat membuka dialog Sambung Rasa di Islamic Center, Rabu (01/2/).

Dialog ini melibatkan stakeholders dengan Tema Percepatan Pembangunan Ekonomi Maluku yang Inklusif dan Berkelanjutan. Menurutnya, pemberitaan tentang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku yang berskala nasional sangatlah penting dalam ikut menunjang pembangunan di daerah Maluku. Oleh sebab itu, kepada seluruh stakeholder yang hadir saat itu, Sahuburua menegaskan ada langkah-langkah strategis yang dilakukan Pemprov  Maluku untuk pembangunan di daerah, yakni optimalisasi pengelolaan potensi unggulan Maluku yang meliputi bidang perikanan, perkebunan, pariwisata, dan energi pertambangan.

“Kedua transformasi struktur ekonomi, yang di dukung oleh pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik dan pengembangan Iptek dan inovasi. Pengembangan investasi dan pariwisata. Untuk investasi ini, kita harus dapatkan bantuan dari investor dalam dan luar negeri. Ingat stabilitas keamanan karena ini adalah faktor utamanya, hal kedua adalah kepastian hukum untuk lokasi, infrastruktur masih kurang dan sangat membutuhkan partisipasi masyarakat,”kata Sahuburua.

Ia mengharapkan dalam dialog nanti ada masukan terhadap pembangunan ekonomi maupun rencana pengembangan ekonomi di Maluku, agar masukan-masukan tersebut dapat dijadikan sebagai pegangan dalam menyusun RAPBD.  “Acara sambung rasa hari ini merupakan rangkaian dari acara HPN 2017 bertemakan “Pers dan Rakyat Maluku Bangkit dari Laut”, sejalan dengan itu acara ini dibawah sorotan tema Percepatan Ekonomi Maluku yang Inklusif dan Berkelanjutan, karena itu pertemuan kita  ini bertujuan untuk mendukung dialog antar stakeholder yang berguna bagi pengembangan ekonomi kedepannya,” ungkapnya.

Loading...

Di lain sisi, Sahuburua juga memaparkan, komisi makro Maluku relatif stabil dengan pertumbuhan ekonomi Maluku mencapai 5.40 persen pada tahun 2015 dan pada triwulan III 2016 naik menjadi 5.68 persen, distribusi pertumbuhan ekonomi Maluku paling terbesar pada sektor pertanian, disusul dengan administrasi pemerintah. Inflasi Maluku juga menunjukan hal positif yaitu pada awal tahun 2015 berada pada angka 6.15 persen turun menjadi 3.25 persen pada tahun 2016.

“Dalam upaya mendorong peningkatan daya saing daerah maka pemerintah daerah memprioritaskan pengembangan ekonomi pada sektor unggulan di Maluku dengan melakukan optimalisasi sektor unggulan meliputi kelautan dan perikanan, perkebunan, pariwisata dan pertambangan energi,” ujarnya.

Sahuburua  mengatakan, Provinsi Maluku merupakan provinsi kepulauan yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari lautan. Dimana luas lautan sebesar 92.4 % dan daratan 7.6%. Tentunya, kondisi geografis ini memang cukup berat, apalagi dengan jumlah pulau di Maluku ini ada 1340 pulau, 1198 desa, 118 kecamatan dan 33 kelurahan dengan 11 kabupaten/kota. “Ini merupakan tantangan berat dengan jumlah penduduk kita yang mendekati 1.7 juta jiwa, ini tantangan berat membangun dari laut dengan membutuhkan adanya infrastruktur seperti jalan, jembatan dan pelabuhan,” ungkapnya.

Ditambahkan, posisi Provinsi Maluku sangat bagus, terutama untuk pengembangan investasi dan perdagangan antar negara, yang sangat menguntungkan dimasa mendatang. Maluku juga katanya, sangat kaya akan sumber daya alam, dengan potensi unggulan meliputi perikanan dan keluatan, perkebunan dan pariwisata serta potensi enegri dan pertambangan.

Sementara itu, Wakil Ketua PWI Pusat Nurjaman Mochtar mengharapkan agar dialog ini dapat memberikan dampak yang baik. ”Pelaksanaan HPN mudah-mudahan  membawakan manfaat buat masyarakat secara keseluruhan,” ungkapnya. Dialog diikuti akademisi, pelaku usaha, BUMN BUMD, tokoh masyarakat, tokoh agama, para pimpinan media ,universitas di Maluku, serta perwakilan ASN di lingkup Pemprov Maluku. (DED)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *