Wagub Tantang Distan Ciptakan Inovasi Agar Bibit Buah Tidak Dipasok dari Luar Maluku

by
Wagub Maluku, Barnabas Orno menyiram anakan pohon buah-buahan yang beberapa saat seblumnya baru ditanam di areal UPTD Balai Benih Holtikultural, Desa Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (31/08/2021). Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno menantang Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Maluku ciptakan inovasi dalam bidang holtikultura khususnya kelompok Frutikultura atau buah-buahan.

Hal ini bukan tanpa sebab. Pasalnya, sampai saat ini bibit buah-buahan masih dipasok dari luar Maluku seperti kelapa pandan wangi dan durian dari Sumatera Utara serta klengkeng dari Yogyakarta.

Jenis-jenis tanaman ini termasuk jenis tanaman yang dikembangkan Distan menjadi agrowisata holtikultura di UPTD Balai Benih Holtikultura yang terletak di kawasan Talaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon.

BACA JUGA : Distan Maluku Kembangkan Balai Benih Jadi Agrowisata Holtikultura

“Kalau Sumatera Utara kelapa pandan wangi, mungkin Maluku kelapa api lagi, begitu juga durian. Saya menantang Distan untuk membuat inovasi baru terkait hal ini,”pinta Wagub di UPTD Balai Benih Holtikultura (BBI), Desa Telaga Kodok, Kecamatan Leiihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (31/8/2021).

Apalagi di Maluku seperti di Pulau Seram misalnya kata Wagub, ada durian juga sehingga bisa dikembangkan bibitnya.

“Setahu saya di Seram, Maluku Tengah, masyarakat membuat durian yang dulunya dipanen 20 tahun, tetapi sekarang hanya membutuhkan waktu 2 tahun, hal seperti ini yang perlu dikembangkan,”tuturnya.

Mantan Bupati Maluku Barat Daya (MBD) ini pun meminta Distan gandeng ahli-ahli pertanian untuk menciptakan inovasi baru diamksud yang nantinya ditanam di UPTD Balai Benih Holtikultural sebagai agrowisata.

“Apa yang disampaikan dapat menjadi motivasi, sehingga bermakna dalam pengembangan Balai Benih Holtikultural untuk kepentingan bersama kedepan,”ucapnya.

Menanggapi permintaan wagub Orno, Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Djasmin Badjak mengaku apa yang disampaikan itu menjadi masukan dan tantangan yang patut dicoba terutama untuk pengembangan holtikultural kedepan. “Kita akan coba kembangkan sesuai arahan pak Wagub. Itu pekerja baru kita,”cetusnya.

Maka dari itu, kedepan, pihaknya akan bekerjasama dengan balai penelitian pertanian untuk pengembangan beberapa tanaman buah-buahan yang telah dilepas Kementerian Pertanian sejak tahun 2002 seperti durian soya, salak dan rambutan.

“Prinsipnya kita respon masukan dari Wagub untuk pengembangan Balai Benih Holtikultura sebagai agrowisata,”tandasnya. (Ruzady)