Wakil Bupati SBT Sebut Banjir Sabuai Hanya Dibesarkan Media

by
Banjir melanda Desa Sabuai dan sejumlah desa lainnya pada Kecamatan Siwalalat sejak awal Agustus 2021. FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-BULA-Wakil Bupati (Wabup) Seram Bagian Timur (SBT) Idris Rumalutur meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Sabuai dan sejumlah desa lainnya pada Kecamatan Siwalalat, Kamis (20/8/2021).

Dalam kunjungan itu Wabup meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang dibesarkan media soal musibah banjir Sabuai. Baik melalui media sosial maupun media elektronik.

Wabup Idris Rumalutur meminta agar masyarakat jangan terprovokasi dengan informasi yang dibesar-besaran media.

“Dan saya berharap masyarakat jangan terlalu terprovokasi dengan informasi pada media sosial, media elektronik yang membesar-besarkan banjir Sabuai,” kata Wakil Bupati Idris Rumalutur seperti dilansir Faktalintasnusa.com.

PWI Kabupaten SBT langsung menanggapi pernyataan Wakil Bupati itu. PWI SBT menilai Wakil Bupati seakan-akan menyebutkan banjir yang diderita masyarakat Desa Sabuai dan desa lainnya sejak 6 Agustus 2021 hanya permainan media.

“Pernyataan Wakil Bupati ini sangat menyudutkan pekerja media dan melukai kita semua yang berprofesi sebagai insan pers. Karena tidak ada kerja jurnalis di tanah air ini untuk memprovokasi masyarakat. Namun, bekerja sesuai fungsi pers yang sesungguhnya,” kata Ketua Karateker PWI SBT, Muhammad Yasin Kelderak dalam konferensi pers di Kota Bula Jumat, (20/8/2021).

PWI SBT juga mendesak Wakil Bupati menarik pernyataannya, dan meminta maaf kepada pekerja jurnalis baik di SBT maupun di tanah air pada umumnya. Karena perkataan itu sangat menyudutkan pekerja media.

“PWI SBT mendesak Wakil Bupati secepatnya menarik penyataan. Jika hingga Sabtu 21 Agustus sore, belum dilakukan, maka PWI secara kelembagaan akan melayangkan surat pemberitahuan ke Polres setempat untuk melakukan aksi unjuk rasa menuntut wakil bupati,” kata Yasin.

PWI SBT juga akan melakukan koordinasi, komunikasi dengan sejumlah pengurus PWI Provinsi Maluku untuk menuntaskan masalah tersebut.

“Profesi wartawan ini perkejaan mulai. Kami bukan pekerja provokasi masyarakat,” tegas Yasin.

Banjir melanda Desa Sabuai dan sejumlah desa di Kecamatan Siwalalat Kabupaten SBT sejak 6 Agustus 2021. Musibah ini menyebabkan rumah-rumah terendam banjir. (Sofyan)