Wakil Ketua DPD RI Beri Bantuan Langsung Ke Ponpes Terkait Pencegahan Covid-19

by
Penyerahan bantuan sembako dan alat steril dari Wakil Ketua I DPD RI Nono Sampono kepada pengurus ponpes di Negeri Liang, Rabu (15/4/2020) FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Pandemi Covid-19 membawa dampak bagi  semua lapisan masyarakat. Keterbatasan akses dan makanan dan peralatan pelindung diri menjadi sesuatu yang perlu diutamakan. Hal inilah yang mendorong Letjen TNI MAR. (PUR) DR. Nono Sampono, M.Si, menyerahkan sejumlah bantuan kepada tiga pesantren yang ada di Pulau Ambon.

Bantuan ini sebagai bentuk pencegahan dan penyebaran Covid-19 yang menjangkit ke Maluku. Para santri juga pengasuh dan pekejera di pesantren merupakan salah satu bagian yang turut merasakan dampak pandemi. Tak dapat dipungkiri pembatasan fisik dan sosial berimbas pada jangkauan mereka terhadap stok pangan juga perlindungan diri.

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI itu pada kesempatan penyerahan bantuan melakukan live teleconference dari kediamannya di Hative Besar meninggalkan sejumlah pesan kepada santri dan para pengurus pesantren di Pesantren Al Ansor Liang, Pesantren Al Anwariyah Tulehu dan Pesantren Al Islam Al Ansor Arbes.

Sepert pada kunjungan pertama tim di Ponpes Al Ansor Liang yang membawa bantuan berupa sembako dan alat disinfectant. “Di tengah corona ini pasti susah. Semoga bantuan ini bisa membantu anak-anak di pesantren. Juga menjelang bulan puasa biar tidak kesulitan bahan pangannya,” kata Nono saat melakukan teleconference bersama puluhan santri di masjid ponpes Al Ansor Liang, Rabu (15/4/2020) pagi.

Mantan Kepala Basarnas Nasionalitu juga banyak membahas soal kondisi para santri juga kesiapan pengurus menghadapi ancaman virus corona. Untuk itu dia juga membantu dalam pengadaan alat semprot disinfectan. Alat itu nantinya dapat digunakan untuk menyemprot ponpes secara berkala.

Seperti yang dilakukan tadi usai menggelar teleconference. Empat orang petugas dari tim penyalur bantuan Nono Sampono bergerak menyemprot seluruh area bangunan yang ada di kawasan ponpes.

Loading...

Hal itu juga sama dilakukan di dua ponpes lain yang dikunjungi hingga sore hari. Nona memang ingin memastikan agar bantuan yang diberikan tepat guna. Penerima bantuan juga masyarakat diharapkan turut merasakan dampak positif dari itu.

Usai itu sejumlah bantuan sembako pun disrahkan kepada pepimpin ponpes disaksikan Nono secara virtual melalui layar laptop. Yakni bantuan gula, mi instan, telur, beras. Juga ada masker dan perlatan fogging, alat semprot disinfectant, sepatu boot, baju dan topi pelindung, amsker asap dan megaphone. Penyerahan dilakukan di depan tenda penyemprot yang dipasang di sisi kanan pintu masuk ponpes.

Usai dari Liang, tim pun bergerak ke Tulehu. Di situ ada satu ponpes yang terpaksa mengungsi ke lahan berbukit karang lantaran gempa akhir tahun lalu.

Di situ ada sekitar 87 santri yang tinggal dan juga jalani karantina. Mereka memang tidak dipulangkan dengan alasan keselamatan dan cegah penularan virus penyakit ke masyarakat.

“Kita sangat berterimakasih seklai dengan bantuan ini dapat membantu kami di pesantresn. Sebab selama wabah semua kami karantina tidak boleh ada yang keluar pesantren,” jelas Reza Aristo Briliansyah, pengasuh ponpes Darul Quran Al- Anwariyah, Tulehu.

Bentuk bantuan yang diberikan seragam. Area ponpes puns disemprot disinfectant sebelum mereka melakukan teleconference dengan Nono. Seluruh bantuan itu sebagai bukti kepedulian rasa memiliki dan kemanusiaan yang perlu ditularkan. Tak hanya bagi mereka yang membutuhkan juga orang lain disekitar untuk saling membantu.

Di akhir kunjungan Nono berpesan kepada sejumlah santri untuk rajin belajar dan megupyakan agar mereka dapat menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Dan tak lupa mengamalkanperintah pemimpin daerah untuk menjaga jarak rajin cuci tangan dan tetap berada di rumah untuk mencegah perpindahan dan penyebaran virus. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *