Walikota Ambon Bagi Kunci Penanganan Bencana Daerah pada Webinar BNPB

by
FOTO: Humas BNPB

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Mendekati akhir tahun cuaca di sejumlah daerah berubah drastis. Bahkan di beberapa wilayah di Indoensia terjadi bencana alam seperti longsor dan banjir. Walikota Ambon Richard Louhenapessy itu hadir di bogor bersama BNPB membagi cerita menanggulangi bencana di Ambon.

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Richard menyatakan bahwa penanganan bencana daerah. “Kesiapan Kota Ambon hadapi bencana apapun, baik bencana alam, bencana sosial maupun bencana non alam pandemi COVID-19 seperti saat ini. Semua program yang datang baik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun masyarakat, sangat tergantung dari komitmen dan kepedulian pemimpin daerah tersebut,” ujar richrad dalam paparan berjudul ‘Baku Bage Carita Bencana dari Bumi Raja-raja’ (12/10/2020).

Loading...

Menurutnya, komitmen kepala daerah sebagai pengambil keputusan sangat mutlak diperlukan. Hal ini untuk memudahkan koordinasi serta kebijakan alokasi dana penanggulangan bencana termasuk untuk penguatan kapasitas yang berjenjang bagi pelaku kebencanaan.

Untuk diketahui kegiatan bulan PRB ini sedianya dilakukan di Kota Ambon. Hanya saja terkendala pandemic covid-19 sehingga digelar secara daring dan luring.

Kegiatan berformat webinar kebencanaan itu melibatkan kepala daerah terpilih dan pimpinan organisasi kemasyarakatan serta wakil negara-negara sahabat di tiga lokasi, yakni Hotel Lor In Sentul, Hotel Bigland Sentul dan Graha BNPB Jakarta.

Salah satu tema webinar yang cukup banyak menarik perhatian peserta adalah webinar tema 1 yang diberi tema “Ketangguhan Daerah”. Webinar tema 1 ini mengundang bebeberapa kepala daerah sebagai narasumber antara lain Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan dan Bupati Magelang Zaenal Arifin.

Deputi Kesiapsiagaan BNPB, Lilik Kurniawan yang membuka webinar secara daring itu menyoroti wilayah Indonesia yang rawan terhadap ancaman geologi dan hidrometeorologi. Menurut Lilik penting bagi kepala daerah untuk saling berbagi pengalaman, tantangan dan hambatan serta strategi saat menangani bencana.

“Kepala daerah yang hadir sebagai pembicara akan membagikan pengalaman, sharing apa yang sudah dilakukan. Lesson learned atas semua yang telah dilakukan dalam penanganan bencana di daerahnya,” ujar Lilik pada sambutannya melalui ruang digital. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *