Walikota Ambon Pecat 13 ASN Korup

by
Sebanyak 13 ASN yang korup telah dipecat secara tidak hormat oleh walikota Ambon melalui SK Pemecatan (2/5). FOTO: Alfian Sanusi

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Walikota Ambon Richard Louhenapessy telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pemecatan secara tidak hormat terhadap 13 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat korupsi dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Pemecatan tersebut sesuai dengan surat keputusan bersama tiga menteri tentang seluruh ASN yang terlibat dan mendapatakan kekuatan hukum tetap terkait dengan korupsi. Sesuai dengan SK tersebut paling lambat 30 April 2019 harus menerbitkan SK Pemecatan.

“Saya sudah terbitkan surat keputusan pemecatan dengan tidak sebelum tanggal 30 April kemarin,” ucap Richard kepada wartawan di Ruang Kerjanya, Kamis (2/5/2019).

Dia mengatakan, pemecatan itu terhitung sejak tanggal ditetapkan dan dari tangga itu juga 13 ASN sudah tidak lagi berkantor. “Mereka sudah tidak berkantor lagi sejak SK Pemecatan itu keluar, untuk mekanisme administrasi nanti akan diatur secara teknis,” kata Richard.

Dari mereka yang dipecat itu, kata Walikota, ada dua orang yang memegang jabatan yakni eselon II dan eselon IV dan jabatan itu sudah diserahterima jabatan dengan Pelaksana Tugas (Plt).

Walikota Ambon dua periode ini, telah menganjurkan kepada mereka untuk mengajukan gugatan ke PTUN jika merasa kebijakan tersebut bertentangan dengan rasa keadilan.

loading...

“Saya sudah anjurkan kepada mereka untuk ajukan gugatan ke PTUN terkait rasa keadilan. Dari 13 ASN ada tiga orang yang saya dorong untuk ajukan gugatan. Pengajuan banding diberikan waktu selam 14 hari untuk gugat ke PTUN,” jelasnya.

Diketahui ke 13 ASN yang telah dipecat  tersebut diantaranya di Dinas Pemuda dan Olahraga, Badan Keuangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas PRKP, Dinas Sosial, Badan Kepegawaian, Dinas Pemadam Kebakaran, Kecamatan Teluk Ambon, Kecamatan Sirimau, Dinas Koperasi dan BPDB.(ALFIAN SANUSI)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *