Walikota : Gempa Bukan Sesuatu Yang Istimewa Namun Proses Alam

by
Walikota Ambon Richard Louhenapessy saat sosialisasi dan edukasi gempa di Sport Hall Karang Panjang Ambon, Selasa (3/12/2019). FOTO : INFOKOM KOTA AMBON

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar sosialasi dan edukasi gempa bumi serta potensi tsunami kepada Aparat Sipil Negara (ASN) Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku, TNI, Polri, pelajar dan mahasiswa serta masyarakat yang berlangsung di Gedung Sport Hall Karang Panjang Ambon, Selasa (3/12/2019). Sosialisasi ini dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno dengan menghadirkan sembilan pakar geologi yang berkompeten untuk menjelaskan tentang edukasi masalah gempa yang terjadi.

Wakil Gubernur meminta para pakar untuk menyampaikan apapun soal bencana gempa bumi ini apa adanya. Karena Kota Ambon punya pengalaman dengan tsunami puluhan tahun silam. “Semua harus disampaikan supaya masyarakat bisa mengantisipasi bencana,” katanya. Orno juga mengatakan, jika ada rekomendasi dari para pakar tersebut terkait data gempa yang terjadi di wilayah Pulau Ambon dan Maluku.  Hal ini penting agar membantu perencanaan pembangunan kedepannya.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan, gempa yang terjadi pada 26 September 2019 di wilayah Kota Ambon, Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat hingga saat ini telah memberikan traumati kepada masyarakat terutama warga Kota Ambon. Sehingga dirinya mengambil keputusan untuk menghadirkan para pakar untuk menjelaskan hal tersebut. “Semuanya trauma, olehnya itu selaku Walikota Ambon saya mengambil inisiatif untuk diskusi, agar masyarakat paham,” ujarnya.

loading...

Walikota mengatakan gempa bukanlah sesuatu yang istimewa namun merupakan proses alam yang sifatnya natural dan akan terus terjadi selama bumi ini bergerak. Hal terpenting dalam sosialisasi dan edukasi kegempaan ini, menurut Walikota adalah mendengar langsung penjelasan para ahli dan pakar tentang bagaimana proses kegempaan di wilayah Maluku dan Ambon itu terjadi sejak tahun 1.600 sampai saat ini. “Hal ini penting, Agar kita memiliki informasi yang akurat tentang masalah kegempaan ini,”jelas Walikota.

Para pakar dan ahli geologi yang menjelaskan diantaranya situasi dan kondisi aktual Kota Ambon, Potensi Gempa Bumi dan Tsunami di Kota Ambon dan materi terakhir adalah Ambon. Sembilan Ahli dan Pakar Geologi yang dihadirkan antara lain, Prof.Dr.Ir.J.Sopaheluwakan, M.Sc., Ahli Geologi, Dr. Harkunti P. Rahayu, Ketua Ikatan Ahli Bencana Indonesia dari Institut Teknologi Bandung, Dr.Eng Hamzah Latief pakar tsunami dari Institut Teknologi Bandung, Ivonne M. Radjawane, S.Si.,M.Si.,Ph.D dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Sri Hidayati dari PVMBG, Dr. Daryono, S.Si.,M.Si dari BMKG, Dr. Ferad Puturuhu dari Pusat Penelitian Kebencanaan Universitas Pattimura, Ir. Wilham G. Louhenapessy, M.Sc.,Ph.D, Dr. Lilik Kurniawan dari BNPB. (ALFIAN SANUSI)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *