Walikota : Jika SD 50 dan SD 64 Disegel Lagi, Saya Akan Bertindak Tegas

by
Walikota Ambon Richard Louhenapessy. FOTO : ALFIAN (TERASMALUKU.COM)

Walikota : Jika SD 50 dan SD 64 Disegel Lagi, Saya Akan Bertindak Tegas

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Walikota Ambon Richard Louhenapessy menegaskan akan bertindak tegas, jika ahli waris menyegel lagi bangunan SD Negeri 50 dan SD  64 Ambon. Walikota menyatakan, dua  sekolah yang berada di kawasan Galunggung Batu Merah Puncak  tersebut diperuntukan untuk kepentingan umum dan banyak orang, siswa yang bersekolah di dua SD itu tidak boleh dikorbankan.

“Kalau sampai sekolah itu disegel kembali, saya juga akan pakai cara yang tegas, bukan  menggunakan kekerasan, tapi hal-hal seperti itu (penyegelan) jangan dilakukan masih ada cara-cara yang lain,” kata Richard kepada wartawan di Ambon, Sabtu (14/10).

Menurut Walikota, bangunan sekolah itu merupakan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku yang diserahkan kepada  Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Jadi sepenuhnya menurut dia, bukanlah kesalahan dari Pemkot jika ada masalah soal kepemilikan lahan pada bangunan sekolah tersebut.

Loading...

“Sekolah itu adalah aset dari Pemprov Maluku  yang diberikan kepada Pemkot Ambon, jadi bukan kesalahan dari kita, kalau ada masalah soal tanah,” ujarnya. Ia mengatakan, SD Negeri 50 dan SD Inpres 64 Ambon ada untuk kepentingan umum. Jangan karena kepetingan pribadi lalu mengorbankan generasi muda yang bersekolah di dua SD itu. “Jangan karena kepentingan pribadi lalu harus korbankan banyak anak-anak yang lagi sekolah,” kata Walikota.

Beberapa waktu lalu, ahli waris pemilik lahan  menyegel dua bangunan sekolah tersebut, karena hingga kini Pemkot Ambon belum membayar ganti rugi lahan. Menurut Walikota, pihak ahli waris seharusnya datang baik-baik kepada pihaknya, membicarakan dan berunding untuk mencari solusi dan jalan keluarnya.

“Kalau ada masalah datang baik-baik lalu kita berunding untuk mencari solusi bukan datang menyegel bangunan sekolah, anak-anak sekolah tidak tau apa-apa, jangan korbankan mereka genera muda yang sementara belajar di sana,” jelasnya.

Walikota menambahkan, ia  juga sudah berkoordinasi dengan Pemprov Maluku untuk memfasilitasi masalah tersebut. Jika memang Pemkot Ambon harus mengganti rugi, maka semua akan dibayarkan. (IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *