Walikota Tual Ingatkan Para Kades Eksra Hati–Hati Gunakan Dana Desa

by
Walikota Tual Adam Rahayaan memberi sambutan saat pelantikan puluhan Ketua RT/RW pada Selasa (9/5). FOTO : AS (TERASMALUKU.COM)

TUAL,TERASMALUKU.COM-WALIKOTA Tual Adam Rahayaan mengingatkan para kepala desa (Kades) di wilayahnya untuk eksra hati – hati dalam penggunaan  dana desa. Jika salah menggunakannya dapat berunjung penjara bagi para kepala dan aparatur desa, seperti kasus di beberapa daerah. Walikota menyatakan pada pemerintah presiden sebelum-sebelumnya tidak pernah mendengar ada kepala desa atau perangkat desa  yang dijeblos ke penjara karena dana desa atau sejenisnya. Namun  saat ini penggunaan dan pengelolaan  dana desa yang tidak benar bisa berujung penjara.

Menurut Walikota, untuk mencegah penyimpangan, BPK RI, KPK dan Kejaksaan Agung  mengawal seluruh dana desa dari pusat  ke desa dan kelurahan.  “Saya minta saudara-saudara  kepala desa untuk   hati- hati, sekali lagi ekstra hati – hati dengan dana desa. Karena dana desa itu sudah ada kerjasama antara BPK RI, KPK dan Kejaksaan Agung yang mengawal seluruh dana ke desa dan kelurahan, banyak kasus yang kita lihat, kepala desanya masuk penjara akibat penyimpangan dana desa,” kata Walikota saat   melantik dan mengambil sumpah 49 Ketua  RT/RW se Kecamatan Dullah Selatan, yang berlangsung di Aula Kantor Walikota, Selasa (9/5).

Walikota  menyatakan dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo, tiap tahun dana desa mengalami peningkatan  dua kali lipat.  Dan di tahun 2019 tiap desa diperkirakan akan mendapat dana desa diatas Rp 3 miliar.   Dana tersebut menurutnya tidak sedikit,  hampir sama dengan alokasi dana  untuk satu SKPD di Kota Tual, atau bahkan melebihi  satu SKPD. Karena itu ia minta kepala desa untuk tidak salah dalam pengelolaannya.

“Ini dana   bukan sedikit. Saudara –saudara kepala desa terutama kepala desa yang hadir, saya melihat dana desa ini sudah hampir separuh dari alokasi  satu SKPD atau bahkan melebihi satu SKPD karena itu gunakan dan manfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan,  kesehteraan masyarakat dan membangun di desa,” katanya.

Walikota minta Ketua RT dan Ketua RW yang baru dilantik untuk berkoordinasi dengan Kepala Desa atau Penjabat Kepala Desa dan seteruskan ke pejabat di Pemkot Tual  sehingga berbagai program yang berasal dari dana  desa bisa berjalan dengan baik.  Menurutnya, Ketua RT dan Ketua RW yang baru dilantik adalah orang – orang terpilih, pilihan masyarakat di setiap lingkungan tempat tinggalnya. Karena  itu ia minta agar Ketua RT dan Ketua RW yang baru dilantik amanah dan menjaga kepercayaan dalam melaksanakan tugasnya.

Loading...

“Saya berharap  saudara  membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan   kepada desa, penjabat kepala desa  karena diatas itu ada pejabat terkait lainnya sehingga program – program di desa bisa berjalan dengan baik. Gunakan dana desa itu baik-baik,” katanya.

Walikota Tual melantik dan mengambil sumpah Ketua RT/RW

Walikota juga menyatakan,  dalam  kunjungan kerja di Kecamatan Toyando Tam dan Kur  pekan lalu, ada keluhan  dari perangkat desa,kalau tunjungan aparat desa di wilayah itu belum juga  dibayarkan. Karena itu ia minta Bagian Keuangan dan Bagian PMD Kota Tual untuk memperhatikan masalah ini, apalagi tidak lama lagi  warga akan  memasuki bulan Ramadhan.

“Saya melakukan pertemuan dengan  perangkat desa di Kecamatan Toyando Tam dan Kur.  Ada tujuh  keluhan   dari mereka, salah satunya adalah   tunjangan aparatur desa hingga kini belum mereka  terima. Ini   menjadi catatan bagi Keuangan  dan  TMD,  karena itu diharapkan secepatnya dibayarkan,” kata Walikota.

Ia juga menyatakan  setiap program dana desa yang  sudah mendapat asistensi dan evaluasi   agar  secepatnya direalisasikan. Karena jika terlambat dicairkan maka Kota Tual akan terlambat dalam penyerapan  anggaran.  “Setelah ada asistensi, dilanjutkan  evaluasi seharusnya dana itu langsung dicairkan. Karena jika tidak Pemkot terlambat menyerap dana desa,” katanya.

Walikota Adam  juga minta perangkat desa dalam menyusun rencana  kegiatan   disesuiakan dengan kebutuhan di desa. Rencana kegiatan  harus dirinci besaran anggarannya, bukan ditotalkan secara keseluruhan tanpa rinciannya.Kondisi ini juga menurut Walikota, memperlambat realisasi program di desa.  Dalam kesempatan ini juga Walikota, minta kepada Ketua RT dan Ketua RW untuk memperhatikan masalah Raskin. Jangan sampai Raskin ditahan, tidak dikucurkan ke masyarakat penerima  akibat ulah Ketua RT atau perangkat desa lainnya. (AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *