Walikota : Warga Tidak Taat, Ambon Bisa Masuk PPKM Darurat

by
Walikota Ambon Richard Louhenapessy (kanan) saat meninjau posko PPKM mikro di Kelurahan Batu Meja Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Senin (12/7/2021). Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Walikota Ambon Richard Louhenapessy meninjau lokasi Pemberlakuan Penerapan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di Kelurahan Batu Meja Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Senin (12/7/2021).

Walikota menegaskan Kota Ambon bisa masuk PPKM darurat bila masyarakatnya tidak taat selama pelaksanaan PPKM mikro yang kini berlangsung.

Namun dalam peninjauan ini, Walikota mengaku masyarakat telah taat dengan PPKM mikro, terutama soal penerapan aturan untuk pelaku usaha berjalan baik.

“Untuk penerapan aturan soal pelaku usaha itu saya liat jalan sudah bagus. Kalau ada satu dua yang luput dari pemantauan kita itu juga hal lumrah, hampir seluruh pelaku usaha sudah taat dan disiplin,” kata Richard kepada wartawan.

Walikota memberikan apresiasi kepada Satgas Covid-19 dalam penerapan PPKM mikro di Ambon. Karean menurut dia pengawasan sangat efektif baik pagi maupun sore harinya.

“Saya sangat berikan apresiasi buat Satgas Covid-19 Kota Ambon dan aparat keamanan yang terus memantau jalannya PPKM mikro,” kata Richard.

Richard mengatakan, jika tidak ada kesadaran dari masyarakat, bisa jadi Kota Ambon masuk dalam PPKM darurat karena tingkat terkonfimsi positif Covid-19 sangat tinggi saat ini.

“Ambon bisa saja masuk dalam PPKM darurat kalau tidak ada kesadaran dari masyarakat Kota Ambon. Kalau masuk PPKM darurat penerapan aturan lebih keras lagi,” katanya.

Walikota terus mengingatkan Satgas Covid-19 agar selalu memberikan himbauan untuk masyarakat agar sadar dalam penerapan protokol kesehatan.

Diketahui saat ini Kota Ambon masih masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19, dan tingkat terkonfimsi positif covid sebanyak 1.963 orang per Senin (12/7/2021). (ALFIAN)