Warga Ambon Pakai Bahan Bakar Pesawat Untuk Masak

by
Warga masih turun ke sungai di Wayame Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon dan mengambil sisa sisa minyak yang tumpah dari tangki Pertamina Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Wayame, Kamis (16/8/2018). FOTO : PRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Usai mengambil minyak avtur yang tumpah dari tangki Pertamina Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Wayame, warga mulai memanfaatkannya untuk keperluan rumah tangga. Sebelumnya pada Rabu (15/8/2018), ratusan warga berbondong bondong memadati area sungai kecil di bawah Jembatan Wai Pintu Kota Desa Wayame Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon.

Insiden minyak tumpah itu diyakini warga sebagai minyak tanah. Aroma serta warna minyak yang khas itu diambil warga. Belakangan pihak Terminal BBM Wayame mengkonfirmasi jika yang tumpah bukanlah minyak tanah melainkan avtur. Avtur sendiri merupakan bahan bakar pesawat. Meski terdengar asing nyatanya warga tak terlalu menyoalkan jenis bahan bakar itu.

Loading...

Seperti saat ditemui Terasmaluku.com di lokasi tumpahan pada hari kedua, Kamis (16/8/2018) sejumlah ibu rumah tangga masih asyik menimba sisa sisa minyak di sungai. Warapia, warga Kampung Keranjang Rumah Tiga Kota Ambon mengaku kembali ke Sungai Taheng Wayame untuk mengambil minyak. “Kemarin sudah ambil. Ini mau ambil lagi buat dipakai masak,” akunya.

Pada hari pertama, dirinya mendapat minyak sebanyak 20 jerigen. Minyak itu lantas dipakai untuk keperluan domestik rumah tangga. Rapia pun menggunakan minyak itu untuk keperluan memasak sayur dan suami. Dirinya tak tahu menahu jika minyak yang dipakainya itu adalah avtur. Yang dia tahu itu adalah minyak tanah sebab toh kompor di rumahnya tetap menyala.

Setali tiga uang dengan Rapia, Tuti Supriati juga demikian. Bahan bakar kapal terbang itu digunakan sebagai bahan bakar untuk kompor. Sejak Rabu (15/8/2018) sore, Tuti sudah memakainya untuk memasak kebutuhan makan di rumah. “Apinya naik bagus tidak ada bau atau apa apa. Jadi pakai saja, mumpung gratis,” terangnya sambil menciduk minyak dari dalam ember.

Memang insiden tumpahnya avtur merupakan hal yang tak lazim dan belum pernah terjadi. Warga sekitar pun memandang itu sebagai berkah di siang bolong. Meski telah bercampur banyak zat di sungai namun mereka tak patah arang mengumpulkan minyak untuk kebutuhan rumah tangga. Apalagi mayoritas dari mereka adalah perempuan dan ibu rumah tangga.

Avtur yang tak sengaja tumpa saat pengisian minyak dari tangki 8 ke tangki 7 di Terminal BBM Wayame itu dapat mengganti pengeluaran membeli minyak tanah.
Selain dipakai sendiri, ada pula warga yang menjual minyak. Merry Matita, seorang warga yang mendapat rejeki dari hasil penjualan avtur. “Beta dapat tiga drum kebutulan katong yang awal awal dapat jadi masih murni,” akunya.

Lokasi tumpahan minyak persis di belakang rumah Merry. Dia beserta tetangga yang pertama kali melihat kejadian langsung menampung minyak tersebut. Usai ditampung dirinya lantas menjual avtur kepada pengusaha BBM. Menurut dia sang suami dulunya bekerja di Pertamina. Avtur bukan lagi hal baru bagi keluarganya. Bahkan mereka pun memakai avtur sebagai pengganti minyak tanah. Dari hasil menjual tiga drum minyak, Merry meraup keuntungan bersih Rp 1.5 juta.(PRISKA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *