Warga Aru Tengah Timur, Perbatasan Dengan Australia Kini Nikmati BBM Satu Harga Sama Jakarta

by
Pjs Bupati Kepulauan Aru, Rosida Soamole (berjilbab), Sales Brance Marketing Rayon II Maluku PT Pertamina (Persero) Yunus Muharrahman, Merchy Barends saat meresmikan SPBU Kompak BBM Satu harga di Desa Koijabi Kecamatan Aru Tengah Timur Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Jumat (30/10/2020). FOTO : ADI

TERASMALUKU.COM,-DOBO-Penantian panjang warga di Kecamatan Aru Tengah Timur Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku mendapat bahan bakar minyak (BBM) dengan harga murah seperti kota lainnya terwujud. Pemerintah meresmikan SPBU Kompak BBM Satu Harga di Desa Koijabi Kecamatan Aru Tengah Timur Kabupaten Kepulauan, Jumat (30/10/2020).

Peresmian pengoperasian SPBU Kompak BBM 1 harga dilakukan oleh Pjs Bupati Kepulauan Aru, Rosida Soamole, Sales Brance Marketing Rayon II Maluku PT Pertamina Persero, Yunus Muharrahman dan anggota Komis VII DPR RI Merchy Barends.

Saat peresmian ini, Soamole, Yunus dan Mercys menggunting fita, dan melakukan pengisian perdana BBM jenis premium kepada pembeli. Kecamatan ini berada di bagian timur Kepulauan Aru dan berbatasan langsung dengan Australia.

Peresmian SPBU Kompak BBM satu harga ini menurut Yunus merupakan komitmen pemerintah, Pertamina untuk menjamin ketersediaan BBM kepada seluruh warga terutama daerah 3 T, tertinggal, terluar dan terisolasi.

Yunus mengatakan berdasarkan surveinya selama ini warga Desa Koijabi dan desa-desa lainnya di Kecamatan Aru Tengah Timur mendapatkan BBM jenis premium dengan harga hingga Rp 13.000 perliter, dan bio solar Rp 15. 000 perliternya. Harga ini naik karena selama ini BBM dibeli dari Kota Dobo, ibukota Kabupaten Kepulauan Aru dengan waktu tempuh 7 hingga 8 jam hanya lewat jalur laut dan dijual lagi ke warga.

Dengan diresmikannya SPBU Kompak BBM Satu Harga, maka warga di Kecamatan Aru Tengah Timur bisa mendapatkan BBM jenis premium dan bio solar dengan harga yang sama di daerah lainnya sesuai harga resmi Pertamina.

“Dengan adanya SPBU Kompak BBM satu harga ini, kita pangkas harga solar dan harga premium jadi sama satu harga, sama dengan harga BBM di pusat kota, di Pulau Jawa dan Jakarta yakni premium 6.450 dan bio solar 5.150 perliternya,” kata Yunus.

Loading...

Yunus mengatakan SPBU Kompak Koijabi ini akan melayani kebutuhan warga 12 desa pada wilayah Kecamatan Aru Tengah Timur untuk kebutuhan nelayan dan sebagian pengguna kendaraan darat.

Untuk saat ini, kuota BBM di SPBU Kompak Koijabi premium 15 ribu KL perbulan, sementara bio solar 10 KL perbulannya. “Tentu jatah ini akan kita evaluasi terus, tapi untuk sementara jatahnya seperti itu dulu,” ungkap Yunus.

Yunus mengatakan di tahun 2020 ini, pihaknya menargetkan 8 titik SPBU kompak BBM satu harga di wilayah Maluku.

“Untuk Kabupaten Kepulauan Aru yan yang baru diresmikan di tahun 2020 ini adalah SPBU Kompak BBM harga di Desa Koijabi milik lembaga penyalur CV. Rehan Star Jaya, satunya lagi kita targetkan diresmikannya Desember tahun 2020,” kata Yunus.

Mercy Barends, anggota DPR-RI Komisi 7 Dapil Maluku mengatakan BBM satu harga ini merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sebab satu tetes BBM adalah nafas hidup masyarakat kecil di pulau-pulau terluar seperti ini.

Namun kepada Pertamina, Mercy berharap dengan adanya SPBU kompak yang baru dibangun ini, kuota BBM juga harus ditambahkan. Apalagi pemda sudah menyurat untuk penambahan stok BBM ini.

PJS Bupati, Rosida Soamole, menyampaikan pentingnya BBM satu harga ini untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di wilayah terluar ini.

Namun kepada mitra kerja Pertamina yang membangun SPBU Kompak ini, yakni CV Reihan Star Jaya, Soamole menitipkan sejumlah pesan, diantaranya dalam distribusi BBM harus melayani kebutuhan masyarakat dan tidak melayani pembeli yang membeli dalam jumlah banyak, tapi harus memenuhi kebutuhan rakyat yang hanya mampu mebeli 2 hingga 5 liter.

‘’Pihak SPBU tidak bekerja sama dengan pihak tertentu, untuk dengan sengaja menaikkan harga BBM, jangan sampai BBM dikatakan sudah habis padahal sudah dipindahtangan ke pihak lain, dan masyarakat harus membeli dari pihak lain tersebut, dengan harga yang lebih mahal dari SPBU, ‘’ cetus Soamole. (ADI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *