Warga Batu Koneng Akan Direlokasi

by
Mensos didampingi Wagub Maluku, Walikota dan Wakil Walikota Ambon menemui pengungsi Batu Koneng di Lantamal IX Ambon, Kamis (25/5). Mensos memulangkan pengungsi ke rumah mereka. FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,AMBON– Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa menyarankan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon  merelokasi warga Dusun Batu Koneng Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon. Langkah ini merupakan solusi parmenan agar warga  tidak menjadi korban bentrokan  yang dipicu sengketa lahan di Batu Koneng.

Sebab, sengketa lahan yang terjadi antara dua pihak yang mengaku sebagai pemilik sah lahan mengakibatkan warga harus meninggalkan rumahnya karena dihantui ketakutan “Kita harus relokasi warga Batu Koneng agar mereka tidak menjadi korban akibat konflik lahan. Mereka harus direlokasi sercara parmanen.  Saya sebut permanen karena lahannya tidak sengketa,” kata Mensos  kepada pers di Markas Lantamal IX Halong Ambon, Kamis (25/5) usai mengantar pengungsi Batu Koneng kembali ke daerah mereka.

Dalam kesempatan ini, Mensos didampingi Komandan Lantamal  IX Ambon Laksama Pertama TNI Nur Singgih Prihartono, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Kasdam 16 Pattimura Brigjen TNI Tri Soewandono,  Walikota  Walikota Richard Louhenapessy dan Wakil Walikota Syarif Hadler  menikmati nasi bungkus itu.

Menurut Mensos, implementasi relokasi akan dilakukan oleh pemerintah daerah dan pusat. Pemerintah daerah, bertugas menyiapkan lahan yang dibutuhkan untuk lahan relokasi. “Kemudian penyiapan rumah itu dilakukan oleh pemerintah. Jika nanti ada tambahan, misalnya sharing APBD untuk fasum dan fasos, pada proses pembangunan rumah tetap disiapkan oleh pemerintah pusat,” ucap Khofifah.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar pemerintah daerah dan masyarakat segera menyusun Daftar Inventaris Masalah (DIM) relokasi warga Dusun Batu Koneng. Sehingga, permasalahan itu bisa diusulkan dan dibahas olehnya ditingkat pusat.

Sebelum kembali  ke Jakarta, Mensos  yang didampingi Walikota Ambon Richard Louhenapessy kemudian menemui warga Batu Koneng  di aula LIPI. Warga Batu Koneng baru kembali dari lokasi pengungsian mereka di Lantamal Ambon. Mensos bertemu dan berdialog dengan perwakilan warga untuk menyiapkan format relokasi  ke depan.

Walikota menyatakan,warga Batu Koneng sebenarnya tidak terlibat langsung dalam bentrokan. Namun mereka hanya menjadi korban akibat konflik klaim pemilik  lahan di wilayah itu antara dua pihak. Yakni  antara  keluarga Da Costa dan warga Hitu. Karena itu harus dicari solusi parmanen agar warga Batu Koneng tidak terus menjadi korban yakni dengan relokasi. “Atas dukungan dari Kemensos dan pemerintah pusat kita akan cari lahan yang tepat untuk relokasi ini,” katanya. (IAN)