Warga Mamala Dan Morela Bersumpah Tidak Konflik Lagi

by

AMBON- Warga Desa Mamala dan Desa Morela Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Maluku yang selama ini terlibat konflik akhirnya berdamai. Perdamaian Mamala dan Morela berlangsung Sabtu (23/4) di perbatasan kedua desa yang disaksikan Gubernur Maluku Said Assagaff, anggota DPD RI, Novita Anakotta, Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae, Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, Komandan Korem 151 Binaya Kolonel Inf. Edy Sutrisno, Dirbimas Polda Maluku Kombes M. Yamin dan ribuan warga kedua desa itu.
Perdamaian ditandai dengan pembacaan ikrar kesepakatan damai oleh dua orang perwakilan warga kedua desa itu. Dalam ikrar itu, warga Mamala dan Morela bersumpah tidak akan terlibat konflik lagi, mengakhiri segalah permusuhan, dendam dan kebencian diantara mereka.
“Masyarakat Desa Mamala dan Morela bersumpah untuk berdamai. Demi Allah, kami masyarakat kedua negeri, Mamala dan Morela dengan sunguh-sunguh mengakhiri rasa permusuhan, kebencian dan rasa curiga. Kami tidak akan mengulangi lagi pertikaian diantara sesama warga,” demikian salah satu poin ikrar damai yang dibacakan. Mereka juga berjanji jika ada masalah pribadi yang terjadi di kedua desa itu diselesaikan melalui hukum, tidak melibatkan warga lainnya.
Dibagian lain, warga juga menyatakan jika ada warga yang melakukan tindak pidana kepada warga dari desa berbeda dan pelakunya melarikan diri, maka keluarga pelaku ditahan di kantor polisi selama 20 hari sebagai jaminan. “Selain itu juga membayar denda. Masing – masing untuk penganiayaan ringan lima juta rupiah, untuk penganiayaan sedang sepuluh juta rupiah, sedangkan penganiayaan berat 25 juta rupiah,” tulis salah satu isi poin ikrar damai.
Warga juga bersumpah tidak menggunakan dan megedarkan miras, narkoba dan benda – benda berbahaya lainnya. Jika ditemukan harus diproses hukum hingga tuntas. Mereka juga minta dibuat pos aparat keamanan di perbatasan kedua desa itu.
Ikar damai itu kemudian ditandatangani Raja Negeri Mamala Ramly Malawat dan Raja Morela Yunan Sialana, bersama Kapolres Pulau Ambon AKBP Komaruz Jaman dan Komandan Kodim Pulau Ambon, Letkol Inf. Slamet. Kesepakatan damai itu akan dituangkan dalam Peraturan Negeri.
Gubernur Maluku Said Assagaff menyatakan, perdamaian warga kedua negeri itu mengakhiri perjalanan panjang konflik diantara mereka. Konflik diantara mereka menurut dia telah menelan banyak korban jiwa dan harta benda milik kedua desa itu.
“Kami berharap perdamaian ini bukan seremonial semata, tapi menjadi perdamaian yang hakiki diantara warga. Saya tidak mau dengar lagi ada konflik diantara mereka setelah ini, berhenti berkelahi karena tidak ada untungnya. Masyarakat, anak cucuk kita yang rugi,” katanya.
Pemerintah dan aparat keamanan akan membangunan rumah – rumah warga yang terbakar dan rusak akibat konflik. Setelah ikrar damai itu, ribuan warga kedua desa larut dalam kesedihan. Mereka berangkulan, ada yang tak kuasa menahan sedih. Perdamaian diakhiri dengan makan bersama di perbatasan kedua desa itu. ADI