Warga Negeri Lima Mengenang Empat Tahun Musibah Dam Wae Ela

by
Warga Negeri Lima berzikir dan berdoa di Masjid At-Taqwa pada Selasa (25/7) untuk mengenang empat tahun jebolnya Dam Wae Ela 25 Juli 2013. FOTO : ALFIAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Ratusan masyarakat Desa Negeri Lima Kecamatan Leihitu  Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Maluku, Selasa (25/7) mengenang empat tahun musibah bencana Dam Wae Ela 25 Juli 2013 silam. Warga menggelar doa dan berzikir di Masjid At-Taqwa Desa Negeri Lima, yang dipimpin  Habib Rizqi, Ustad Abdurahman, Ustad Didin, Ustad Hatta dan Ustad Salim.

Pantauan Terasmaluku.com, masyarakat yang hadir melatunkan zikir, ayat-ayat suci Alquran dan berdoa kepada sang pencipta. Mereka agar terhindar dari bencana alam. Sejumlah ibu-ibu menangis tak kuasa menahan sedih, mengingatkan musibah jembotlnya Dam Wae Ela di desa mereka. Bencana tersebut telah menghancurkan sebagian Desa Negeri Lima.

Sekretaris Desa Negeri Lima Imran Soumena melihat  bencana itu merupakan sebuah teguran dari Tuhan Sang Pencita,   agar masyarakat bisa  sadar untuk berbuat baik lagi. “Peristiwa itu bukan cuma merupakan bencana saja, tetapi itu merupakan teguran dari Allah SWT   bagi kita untuk menjaga alam, agar Tuhan tidak murka dan memberikan bencana kepada umatnya,”katanya.

Ia menyatakan, dari peristiwa itu masyatakat Negeri Lima bisa bersikap lebih baik lagi dan tidak melakukan hal-hal yang membuat Tuhan murka, sehingga bencana bisa terhindar dari negeri itu. “Dari peristiwa ini, kita bisa berbenah lagi. Contohnya tidak mengkonsumsi minuman keras, karena itu juga bagian dari musibah buat negeri,” katanya. Imran  juga  berharap, dari peristiwa  tersebut  masyarakat sudah lebih bisa menjaga lingkungan sekitar, sudah tidak lagi merusaknya dengan menebang pohon sembarangan.

Sementara itu, empat tahun setelah musibah terjadi, para korban bencana hingga kini belum kembali ke tempat tinggal mereka yang luluh lantah disapu material jebolnya Dam Wae Ela itu. Jembatan  yang sangat dibutuhkan warga untuk menuju tetangga desa mereka belum juga dibangun pemerintah. Kondisi ini sangat berbahaya bagi warga saat hujan tiba. (IAN)